SuaraSumsel.id - Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), memiliki seragam baru Batik Angkinan.
Peresmian Batik Angkinan sebagai seragam baru bagi ASN Di Pemkab Ogan Komering Ulu Timur dilakukan Bupati Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Lanosin Hamzah, Sabtu (11/9/2021).
"Batik Angkinan ini merupakan kerajinan masyarakat Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur," kata Bupati Lanosin Hamzah, Sabtu (11/9/2021) dikutip dari ANTARA.
Dia menjelaskan, batik tersebut selain memiliki khas daerah setempat, juga mengandung makna tersendiri bagi masyarakat Kabupaten OKU Timur.
Kain Angkinan merupakan warisan nenek moyang, yang memiliki keunikan tersendiri yaitu disulam dengan teknik bakait, artinya saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain.
Kain Sulam Angkinan merupakan sulam khas Sumatera Selatan yang sudah ada sejak Kerajaan Sriwijaya.
Jenis kain ini berbahan beludru, dipadukan dengan benang emas, benang sulam dan aneka jenis benang lain menjadi bahan utama pembuatan aksesoris rumah tangga kerajinan sulam Angkinan.
Dengan diresmikannya batik ini, Bupati menegaskan, agar para ASN di Pemkab OKU Timur menggunakan batik lokal yang merupakan ciri khas Bumi Sebiduk Sehaluan tersebut sebagai seragam batik pegawai pada hari tertentu.
"Dengan memakai busana batik, maka OKU Timur mempunyai ciri khas tersendiri tidak kalah dengan daerah lain yang ada di Sumatera Selatan," ujarnya. (ANTARA)
Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah Petani Ditargetkan Terdaftar Asuransi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?