SuaraSumsel.id - David NOAH dilaporkan atas kasus dugaan penipuan Rp 1,15 miliar. Hal ini dibeberkan Kuasa hukum Lina Yunita, Devi Waluyo. Ia membeberkan kronologis kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan keyboardis David NOAH pada kliennya.
Penuturan Devi, David NOAH sempat mengaku sebagai pejabat direksi di perusahaan penggalangan kapal.
Melansir dari Suara.com, Kasus ini bermula pada tahun 2019, ketika kliennya diperkenalkan oleh seseorang dengan David yang mengaku tengah membutuhkan dana proyek penggalan kapal.
"David itu dia lagi cari dana talangan untuk biayai proyek di perusahaannya. Dia juga memperlihatkan bahwa dia direksi di situ," kata Devi saat dihubungi wartawan, Jumat (6/8/2021).
Korban yang merasa percaya, selanjutnya memberikan pinjaman uang senilai Rp 1,15 miliar.
David menjanjikan uang tersebut akan dikembalikan berikut keuntungannya dalam kurun waktu enam bulan. "Mbak Lina, pada 2019 akhir dia kena kanker, sehingga tidak begitu intens menagih," katanya.
Dugaaan Penipuan Rp1,15 Miliar
David NOAH dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (5/8/2021) malam. Ia dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan mencapai Rp 1,15 miliar.
"Totalnya itu sekitar Rp1,15 miliar," ungkap Devi.
Baca Juga: Sumbangan Fiktif Rp 2 Triliun Akidi Tio, LBH: Kapolda Sumsel Contoh Buruk Pejabat Publik
Selain melaporkan David NOAH, Lina juga melaporkan satu orang lainnya bernama Yudhi Sulistyono. Keduanya dipersangkakan dengan Pasal 378 dan 372 KUHP.
Laporan tersebut telah teregistrasi dengan Nomor: LP/B/3761/VII/2021/SPKT Polda Metro Jaya tertanggal 5 Agustus 2021. Pelapor ialah seorang wanita atas nama Lina Yunita.
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel