SuaraSumsel.id - Ratusan warga Desa Sibak, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu menggelr unjuk rasa di Kantor Region PT DDP, pabrik minyak kelapa sawit di daerah.
Kepala Polres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi mengatakan kegiatan pengamanan unjuk rasa warga Desa Sibak ke Kantor PT DDP Ipuh melibatkan 60 personel polisi dan dibantu TNI.
“Pengamanan aksi unjuk rasa warga Desa Sibak, Kecamatan Ipuh ke Kantor Region PT DDP Ipuh dilakukan oleh Ton Dalmas dari Polri,” ujarnya.
Koordinator lapangan aksi unjuk rasa Arpandi menyampaikan enam tuntutan warga Desa Sibak, Kecamatan Ipuh kepada pihak manajemen PT DDP, yakni PT DDP diminta untuk merealisasikan pemberian lahan perluasan desa seluas 100 hektare sebagaimana notulensi hasil pertemuan antara tim deklarator perwakilan masyarakat Desa Sibak dengan pihak PT DDP, Senin (5/7).
PT DDP melaksanakan kewajiban memfasilitasi kebun masyarakat untuk masyarakat Desa Sibak seluas 20 persen dari luas lahan yang diusahakan.
"PT DDP mesti merealisasikan dana tali asih sebesar Rp200 ribu per keluarga per bulan untuk masyarakat Desa Sibak, dengan jumlah sebanyak 1.000 keluarga sampai kewajiban memfasilitasi kebun masyarakat sekitar untuk Desa Sibak seluas 20 persen dari luas lahan yang diusahakan terlaksana, sebagaimana notulensi hasil pertemuan tim deklarator perwakilan masyarakat Desa Sibak dengan pihak PT DDP, Senin (5/7)"
"Lantas penetapan tenaga kerja di PT DDP dengan persentase 60 persen untuk penduduk lokal atau warga Desa Sibak sesuai dengan bidang dan keahlian serta kemampuannya, menghapus potongan penerimaan tandan buah segar kelapa sawit bagi masyarakat Desa Sibak di PT DDP,"
Selanjutnya menghapus segala bentuk pungutan liar di area pabrik PT DDP di Desa Sibak. (ANTARA)
Baca Juga: Ini Alasan Akidi Tio Berdonasi Rp 2 Triliun Penanganan COVID 19 di Sumsel
Berita Terkait
-
Bripka MN Polisi di Bengkulu Jual Sabu-sabu, Ditangkap saat Bareng Istri Siri
-
Petani Pakai Masker Daun saat Razia PPKM, Aksinya Bikin Ngakak Tapi Diapresiasi Bupati
-
Tambah Dua Orang, Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Rejang Lebong Jadi 34 Jiwa
-
Pohon Besar Tumbang, Pasutri Lubuklinggau Tewas Terjepit dalam Innova
-
Begini Kronologis Nakes Bawa Ambulans Dibegal di Bengkulu
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Hampir 4 Bulan Tak Hujan, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
-
Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
-
Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka
-
Kilang Plaju dan Ditpamobvit Polda Sumsel Evaluasi Kerja Sama Pengamanan Objek Vital Nasional