SuaraSumsel.id - Obligasi daerah atau municipal bond merupakan surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah, melalui penawaran umum di pasar model.
Metode pembayaran ini dinilai mampu menjadi peluang pendanaan kreatif pemerintah daerah atau Pemda di masa pandemi COVID 19.
Tema ini yang menjadi bahan diskusi yang digelar virtual oleh Laboratorium Pasar Modal dan Komoditi Berjangka Fakultas Ekonomi Unsri bekerjasama dengan Jurusan Ekonomi Pembangunan, Ikatan Mahasiwa Ekonomi Pembangunan dan Komunitas Studi Pasar Modal.
Kepala Perwakilan BEI Palembang Hari Mulyono menjelaskan obligasi daerah akan bisa membantu pemerintah daerah, baik provinsi, kota dan kabupaten menjalankan proses pembangunan yang lebih baik.
Mengingat obligasi daerah merupakan sumber pendanaan kreatif yang melibatkan peran serta masyarakat dalam membangun daerah.
“Penerbitan obligasi daerah tersebut menjadi hal yang menarik seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi usai terpukul oleh pandemi Covid-19 dan disahkannya Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang membuat proses penerbitan obligasi daerah lebih mudah,” ujarnya, Minggu (6/6/2021).
Ide mengenai obligasi daerah sebenarnya sudah berkembang di dalam negeri dalam lima hingga 10 tahun ke belakang.
Obligasi daerah sendiri merupakan salah satu cara pemerintah untuk mendapatkan pendanaan. Namun hingga saat ini belum ada pemerintah daerah yang cukup aktif untuk bisa menerbitkan obligasi terebut.
Tingkat pemahaman daerah yang masih minim menjadi salah satu sebab utama penerbitan obligasi daerah.
“Di sisi lain upaya penerbitan ini hanya dapat dilakukan oleh daerah yang telah memiliki kesiapan yang tinggi dan tingkat transparansi yang baik,” kata ia.
Pemahaman terkait obligasi daerah yang lengkap wajib dimiliki baik oleh kepala daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), maupun para pemangku kepentingan lain serta masyarakat luas. Dengan menerbitkan obligasi daerah, berarti mereka membuka diri terhadap wilayah luar dan harus siap ditanyakan terkait kebijakan-kebijakan daerah dan APBD-nya.
“Diskusi kali ini pun memberikan bantuan teknis kepada Pemerintah daerah yang akan menerbitkan obligasi daerah,” pungkasnya.
Kegiatan lanjutan dari Diskusi Publik #3 diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap Pemahaman Pemerintah Daerah dan DPRD, kompentesi dosen dan mahasiwa terkait proses penerbitan Obligasi Daerah terutama untuk memfasilitasi bantuan teknis maupun permagangan mahasiwa pada Pemerintah Daerah yang akan menerbitkan obligasi daerah.
Berita Terkait
-
Pemda DIY: Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Harus Diusut Tuntas
-
DIY Buka Formasi CPNS 2021, Guru Tak Dapat Jatah
-
DIY Kena Rapor Merah Penanganan Covid-19, Dusun di Sleman dan Bantul Diminta Lockdown
-
Pemda DIY Bantah Tak Manfaatkan Pembelian Sejumlah Lahan
-
5 Fakta Gempa Jogja 2006 Silam, Diantara Bencana yang Renggut Banyak Korban Jiwa
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Lahan Basah Sungai Musi dalam Catatan, Ingatan dan Rasa Taufik Wijaya
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Gegara Limbah, 3 Pabrik Tahu di Palembang Disegel, Belasan Usaha Lain Jadi Sorotan
-
Viral Siswi SMP di Palembang Dijambak dan Ditendang Gegara Berebut Siswa Laki-laki, Aksinya Direkam