Sebelumnya, Atikah sudah 35 tahun sibuk dalam bidang kontraktor, akhirnya ia berhaji dan saat itu lah hatinya tersentuh untuk mengenal Allah lebih dekat sehingga memutuskan untuk berbisnis dengan Allah melalui pendirian Mualaf Center Palembang pada tahun 2004.
Kemudian ia perlahan meninggalkan bisnis kontraktornya. Banyak kesan yang terukir dalam ingatan Atikah mengenai para mualaf yang disaksikannya. Perasaan haru, bahagia hingga menerima respon negatif pun sudah biasa dialaminya.
Salah satunya, cerita lelaki remaja yang belum genap 17 tahun pernah datang kepadanya diantar orang tuanya untuk bersyahadat di Mualaf Center Palembang.
“Namanya Kelvin, remaja tersebut tertegun hatinya masuk islam karena sering melihat temannya salat berjamaah, dan merasa selalu menerima perlakuan baik dari teman muslim yang tidak sungkan menawarkan bantuan saat dirinya membutuhkan,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Sumsel Siapkan Empat Mobil Vaksinasi COVID 19 Datangi Lansia
Tantangan menjadi perantara orang-orang memeluk islam tak luput dari kisahnya. Ia pernah sampai dituntut karena dianggap memberikan pengaruh buruk sehingga seorang istri dan anak memeluk islam.
“Saat itu sedang majelis didatangi oleh enam pengacara, dilaporkan ke kepolisian karena suaminya tidak terima keluarga masuk Islam. Padahal orang tersebut datang sendiri kesini atas kemauan mereka tanpa kita bujuk rayu.” ujarnya.
Namun, hal tersebut hanya sebuah lika-liku untuk membantu di jalan Allah. Tantangan silih berganti selalu tabah ia jalani.
Karena menurut Nyanyu jika mau memeluk islam maka orang tersebut harus sungguh-sungguh dan tidak untuk mempermainkan agama serta siap menerima segala konsekuensi. Orang yang hendak menjadi seorang muslim tidak boleh karena terbujuk, terpaksa dan tidak memiliki maksud dan tujuan lain.
“Harus lillahita ‘ala, apalagi kalau ingin mualaf hanya karena pasangannya islam itu kita tunda dulu, islam bukan untuk main-main,” sambungnya.
Baca Juga: Akhir April, Serapan Vaksin COVID 19 Sumsel Belum Capai 80 Persen
Untuk menjadi muslim memang tidak sulit. Syaratnya hanya dengan mengucapkan kalimat syahadat di hadapan saksi. Di Mualaf Center biasanya mualaf dituntun bersyahadat oleh Staff yayasan Amil Zakat Pusri H Ahmad Rivai dan disaksikan oleh Kanwil Kementrian Agama, Ketua Mualaf Center Palembang dan dua saksi lainnya.
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tangisan Pilu dI Rumah Kosong, Warga Syok Temukan Bayi Perempuan di Garasi
-
Ambulans RSUD Kosong Sopir dan BBM, Keluarga Nangis Histeris Urus Jenazah Sendiri
-
Guru Silat di Ogan Ilir Jadi Tersangka Pencabulan Santri, Diduga Lakukan Berkali-kali
-
WNA Rusia di Palembang Jadi Korban Curanmor, Drone dan GoPro Raib
-
Sayang Dibuang! Ini Cara Benar Simpan Kue Basah Palembang Pasca Lebaran