SuaraSumsel.id - Peristiwa penganiayaan perawat RS Siloam Palembang, Sumatera Selatan berhasil terungkap. Polisi melalui Unit Pidum dan Tekam Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil mengamankan perlaku penganiayaan perawat Christina Ramauli S (28), Kamis (15/4/2021), Jason Tjakrawinata (38).
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra membernarkan penangkapan pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam oleh orang tua pasien. Kejadian penangkapan pun beredar di media sosial, sejak Jumat (16/4/2021) malam.
"Kita sudah amankan, sejak Jumat malam di rumahnya di Kayuagung, OKI," kata ia, Sabtu (17/4/2021).
Diketahui, kejadian ini bermula pelaku datang ke RS untuk melihat anaknya. Setelah mendengar cerita dari istrinya kalau anak terus menangis, pelaku emosi. Kemudian pelaku makin emosi melihat anak makin nangis dan tangannya mengeluarkan darah.
"Melihat anaknya menangis dan mengeluarkan darah si pelaku pun emosi, terjadilah penganiayaan yang dilakukan terhadap terhadap perawat RS Siloam," sambung ia.
Berdasarkan keterangan dari pelaku, lanjut Irvan memang benar kalau kejadian penganiyaan dilakukannya. Perawat sudah meminta maaf dengan cara bersujud, namun pelaku emosi kemudian mendorong korban.
"Tidak hanya disitu saja pelaku ini menjabat rambut korban ketika di lerai oleh perawat lainya. Karena emosi sesaat, karena melihat anaknya tadi, sehingga menganiaya perawat Kamis (15/4/21)," ungkap ia.
Sementara pelaku pun meminta maaf kepada korban dan keluarganya termasuk kepada pihak RS Siloam Palembang.
Ia mengakui kalau dirinya mengakui tindakan yang dilakukan sangat tidak baik.
Baca Juga: Para Mantan Napi Terorisme Datangi Kapolda Sumsel, Ini Penyebabnya
" Karena kelelahan sehingga tejadi penganiayaan tersebut, sudah empat hari menjaga anak saya sehingga tersulut emosi. Sekiranya keluarga korban dan terkusus korban membuka pintu maafnya," tandasnya.
Kontributor: Andika
Berita Terkait
-
Polisi Tangkap Pria Aniaya Perawat RS Siloam, Tak Berkutik Saat Ditangkap
-
Lucinta Luna Minta Maaf Siksa Lumba-Lumba: Aku Nyesal, Stres, Gak Pantas
-
Viral Mahasiswa Antre Takjil Hingga Luber ke Ring Road, UMY Minta Maaf
-
Lewat Twitter, Warganet Indonesia Minta Maaf ke Pasangan Gay Thailand
-
Kisruh Lesti dan Siti Badriah Disebut Settingan, Nikita Beberkan Fakta Ini
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel