SuaraSumsel.id - Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di gerbang Gereja Katedral, Minggu (28/3/2021) juga menjadi perhatian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatera Selatan.
FKUB turut prihatin terkait aksi teror diduga bom bunuh diri yang menyasar kompleks Gereja Katedral di Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan tersebut.
“Kita sangat prihatin dan berharap peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi. Marilah kita sadari bahwa ini adalah perilaku oknum dan bukan kehendak dan ajaran agama,” kata Ketua FKUB Sumsel, Mal An Abdullah seperti dilansir dari Sumselupdate.com - jaringan Suara.com.
Ia juga mengajak warga Sumatera Selatan, agar tetap tenang dan tidak panik. "Mari kita percayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada petugas dan kita tidak terpancing dengan informasi dan isu yang tidak benar," ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar warga Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan dan menjaga ketertiban dan keamanan agar suasana terus aman dan terkendali.
"Kalau ada hal-hal yang, mencurigakan mari kita laporkan kepada petugas yang berwajib,” tegas ia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI
-
Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
-
ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel