SuaraSumsel.id - Pendakwah Najih Ramadhan atau Gus Najih mengomentari mengenai cemarah ustaz Yahya Waloni. Menurut ia, dalam perpestif agama, apa yang diucapkan Yahya Waloni cendrung menistakan agama.
Kehadiran ustaz dadakan, menurut Yahya Waloni meresahkan masyarakatkan.
"Namun jika menilai dalam perpestif hukum, maka perlu penyelidikan polisi," ucapnya dalam akun Youtube, RKN Media yang dikutip, Rabu (3/3/2021).
Ia mengungkapkan apa yang disampaikan ustaz Yahya cendrung menyakiti dan meresahkan. Sesama umat muslim saja, apa yang disampaikan ustaz Yahya Waloni cendrung tidak mengenakkan.
"Kami sesama muslim saja merasakan hal itu menyakitkan dan semoga hal tidak terjadi lagi," imbuhnya.
Menurut ia, fenomena ustza dadakan meresakan masyarakat, baik umat islam, kristiani dan yang paling merasakan ialah umat islam itu sendiri.
"Banyak penyimpangan, yang mana yang menyampaikan tidak memiliki kapasitas menyampaikan," tegas ia.
Gelar ustaz, menurut Seketaris BPET MUI ini, paling mudah dibajak dan disamarkan.
Penyebabnya karena saat profesi itu menyalahi maka tidak ada pelanggaran hukumnya.
Baca Juga: Setelah Vaksinasi Pedagang, Guru di Sumsel Bersiap Disuntik Vaksin Covid 19
"Misalnya saja, jika menyamar polisi, maka akan bisa dilaporkan ke propam, lalu jika dokter bajakan maka yang bertindak ikatan dokternya, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI)," terang ia.
Lalu bagaimana, jika menyamar menjadi ustaz, maka siapa yang akan menindaknya.
"Kita menyadari betul, profesi ustaz mudah dibajak, dari mantan artis, mantan preman bisa dipanggil ustaz. Dari artis menjadi ustaz dan uztazah lalu kapan mereka belajarnya," tanya Gus Najih.
Ia pun mengomentari mengenai muallaf yang tetiba langsung memberikan dakwah, tanpa kajian yang menyeluruh. Misalnya, ustaz Felix yang menyebutkan negara kafir.
"Sampai pada seorang muallaf, Felix, Iren Handono, Ustaz Yahya Waloni, bisa-bisa meresahkan dan menyesatkan masyarakat," ujarnya dalam video yang diunggah dengan judul Gus Najih soal Ustaz Yahya Waloni: Masyarakat Harus Cerdas Memilah.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Warga Diminta Urunan, Proposal HUT RI Rp76,2 Juta di Kecamatan IT I Palembang Viral
-
Sambut Bulan Energy & Loss 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital
-
Fee Proyek 45 Persen Terungkap di Sidang, Inikah Penyebab Pembangunan Palembang Disorot?
-
PTBA Sulap Perayaan HUT RI Jadi Panggung UMKM dan Produk Budaya Lokal di Muara Enim
-
Setelah Lama Berfluktuasi, Harga Karet Kini Hampir Menyentuh Rp40 Ribu per Kg