SuaraSumsel.id - Para penikmat mi goreng instan tengah meributkan perbedaan mi goreng instan di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera terkhusus Palembang.
Pada akun TikTok yang tengah viral itu diperlihatkan jika meski berasal dari produk dan merk yang sama, namun rasa kedua mi goreng tersebut ternyata berbeda.
Dalam video itu memperlihatkan mie goreng yang dipasarkan di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
"Gaes, tau gak sih, jika mi goreng di Pulau Jawa khususnya di Pulau Sumatera, Palembang ternyata beda," ujarnya.
Di Pulau Sumatera, terkhusus Palembang, mi goreng instan tidak dilengkapi dengan saos, namun bubuk cabe. Mi goreng ini hanya berisikan bumbu berupa bumbu mi, cabe bubuk, minyak dan kecap.
Lalu mi instan di Pulau Jawa terdapat saus cabe dan bawang goreng, namun tidak memiliki bubuk cabe.
Saat dimasak keduanya pun ternyata memberikan rasa yang berbeda. di Pulau Jawa rasanya diungkapkan lebih gurih karena terdapat saus dan bawang goreng.
Sedangkan di Pulau Sumatera, tidak terlalu gurih.
"Setelah dimasak dan bumbunya dimasukkan, ternyata berbeda, di Pulau Jawa terasa lebih gurih," ujar ia.
Perbedaan mi goreng ini sebenarnya sudah dan beberapa video yang beredar menyebutkan jika mi instan goreng ada yang palsu.
Namun ternyata tidak, produk untuk kedua wilayah atau Pulau memang dibuat berbeda.
Warganet mengomentari video perbedaan mi di dua pulau tersebut seperti diunggah @ErwinPutra
@Auli menulis Sumateraaaaa enak fix no debat
@Rahadian menungkapkan lebih enak di Pulau Jawa dibanding Sumatera
@ini Ragil mengatakan jika mi di Pulau Sumatera nampaknya sama dengan di Kalimantan.
Berita Terkait
-
Jadi Kepala Daerah Perempuan Pertama di Sumatera, Ini Target Ratna-Suwarti
-
LIVE: Efektifitas PPKM Mikro, Peran Warga dalam Menekan Penyebaran Covid-19
-
Tak Hanya Jawa, Inilah Suku-suku Lain yang Berasal dari Pulau Jawa
-
Empat Merek Masker Kecantikan Ilegal Tersebar di Pulau Jawa Sejak 2018
-
Satgas Covid-19 Jawab Desakan Lockdown Pulau Jawa Usai Satu Juta Kasus
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer
-
Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa
-
DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?
-
4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan