Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Jum'at, 12 Februari 2021 | 10:31 WIB
Ustaz Yusuf Mansur [instagram Yusuf Mansur] Dalam instgramnya ia menceritakan persahabatan dengan warga Tionghoa dan imlek.

Ia menyebut nama Harianto Tien yang terus berjuang untuk menghidupi 400 an karyawan.

"Suasana covid, tetep berjibaku menyelamatkan ekonomi keluarga 400an karyawannya ini. Dengan segala hal yang halal," sambung ia.

Selain menghidupi, juga menghormati pilihan agama karyawannya, misalnya boleh mengenakan hijab dan bebas menggelar pengajian.

"Bahkan di rumahnya, di bilangan Alam Sutera, tiga pembantunya yang perempuan, berjilbab. Disiapkan dapur halal, dengan alat-alat halal. Disiapkan tempat shalat dan beragam kebaikan lain," katanya.

Baca Juga: Jelang Imlek, Harga Karet Sumsel Stabil Rp 19.000/kg

Ustaz Yusuf Mansur menambahkan jika tidak sedikit temannya Tionghoa yang memberangkatkan haji dan umroh para karyawannya.

"Subhaanallaah. Ada Pak Talip, Pak Min, Pak Thomas, Pak William, Pak Tung (Pak Tung Tionghoa bukan ya? Hehehe. Jawa banget, hahaha). Tommy Wong, Pak Frans, Dahnil, James Gwee, Chandra, Bu Lia Hoa, Bu Melly, dan duh. Banyak lagi," bebera Ustaz Yusuf Mansur.

Ia mengaku nyaman berada di tengah para warga Tionghoa tersebut, terdapat aura positif dan penuh keoptimisan serta kekeluargaan.

"Dulu waktu kecil, kawan-kawan Cainis saya, banyak. Ada Riki. Yang kelak, beliau dan ibunya, pengaruh banget ke saya menjadi pengusaha, pedagang," ucapnya.

Dari warga Tionghoa itupun, juga banyak yang muslim. "Waktu kecil malah saya suka diajak belajar ceramah di masjid PITI di kawasan Pasar Baru. Met al Mulk," pungkasnya.

Baca Juga: Perayaan Imlek di Sumsel Diprakirakan Diguyur Hujan

Load More