SuaraSumsel.id - Juru Bicara Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Hendri Firzani di Jakarta, Sabtu (23/1/2021), mengatakan hingga Jumat (22/1/2021) malam total sudah ada 31 pengurus provinsi (pengprov) yang menyatakan dukungan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dengan demikian, Luhut menjadi kandidat tunggal ketua umum (ketum) PB PASI periode 2021-2025 dan berpeluang terpilih secara aklamasi.
"Calon ketua umum mengerucut pada satu nama yaitu Menko Luhut, dengan 31 pengprov sudah menyatakan dukungannya. Jadi kemungkinan pemilihan hari Senin akan berlangsung secara aklamasi," kata Hendri saat dihubungi Antara.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Luhut selangkah lagi menjadi Ketum PB PASI berikutnya kendati belum semua pengprov menyatakan dukungannya pada calon tunggal tersebut.
"Pengprov sebagai pemegang suara, total ada 34 pengprov dan tinggal tiga yang belum memutuskan," kata Hendri menjelaskan.
"Kalaupun ada yang abstain atau tidak memberi suara hingga penutupan (munas), Menko Luhut tetap jadi Ketum karena dukungannya melebihi 50 persen suara plus satu," sambungnya.
Untuk persiapan Munas PB PASI yang akan berlangsung Senin (25/1), Hendri menyatakan semua persiapan sudah sesuai tahapan termasuk pengprov juga mengonfirmasi kesiapan mereka untuk menyukseskan agenda tersebut.
Pemilihan ketua umum ini akan menjadi babak baru bagi perjalanan dan proyeksi prestasi di bidang atletik nasional ke depan.
Sebelumnya PB PASI dipimpin oleh Bob Hasan, yang aktif menjabat sejak 1979 hingga meninggal dunia pada 2020.
Selama 41 tahun Bob Hasan, atletik Indonesia menuai banyak prestasi baik di tingkat regional hingga dunia.
Baca Juga: Sumut Apresiasi Kesediaan LBP Dicalonkan Jadi Ketum PB PASI
Oleh karenanya pada kepemimpinan periode selanjutnya, pemimpin yang baru menjabat juga dituntut agar bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi atletik Indonesia di kancah dunia.
Berita Terkait
-
RUU Hak Cipta Ditargetkan Rampung 17 Desember 2026
-
RUU Satu Data Indonesia Siap Disahkan Besok di Paripurna, Ini Poin-Poin Pentingnya
-
Kursi DPRD Jakarta Berpeluang Nambah, Baleg DPR Beri Lampu Hijau Revisi UU DKJ
-
Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan
-
RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap