SuaraSumsel.id - Seorang nenek di Plaju Palembang, Sumatera Selatan memilih hidup seorang diri di gubuk reyot di tengah rawa.
Warga Jalan Kapten Kadir, Talang Putri, Plaju mengaku memilih tinggal di gubuk tersebut karena ingin tetap bertanam.
Padahal, anaknya beberapa kali ingin mengajaknya tinggal bersama.
Selain ingin bertanam, Nenek juga beralasan tetap ingin tinggal di gubuk semi permanen itu karena sudah sejak tahun 2003 bermukim bersama almarhum suami.
Meski sebenarnya, gubuk itu sebenarnya tidak layak huni dan berada di atas lahan Pertamina itu.
Terlihat tumbuhan liar merambat ke salah satu sisi rumah. Berdinding kayu dan atap seng tersebut sudah nyaris roboh karena dimakan usia.
Kondisi atap pun tak kalah memprihatinkan, sudah banyak yang bocor, sehingga ketika hujan deras, Nurhayati harus merasakan tetesan air hujan. Belum lagi, lantai rumah yang terbuat dari kayu pun lapuk karena terendam air. (Sumselupdate)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
7 Cara Mengatasi Cushion Belang agar Makeup Terlihat Rata dan Natural
-
Jejak Dakwah Kiai Marogan Dihidupkan Kembali Lewat Napak Tilas Sungai Musi
-
10 HP Harga Terjangkau untuk Update Android Jangka Panjang, Ideal bagi Pelajar & Karyawan
-
5 Cushion Matte untuk Tampilan Wajah Rapi Tanpa Kesan Dempul
-
Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna