Tasmalinda
Jum'at, 01 Januari 2021 | 10:54 WIB
Guru memeriksa suhu tubuh siswa sebelum memasuki kelas saat simulasi pembelajaran tatap muka di SD Widiatmika, Jimbaran, Badung, Bali, Selasa (8/12/2020). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

SuaraSumsel.id - Rencana pembelajaran tatap muka di sekolah kembali diundur pada tahun ajaran tahun 2021. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru memastikan seluruh sekolah harus kembali ke sistem pembelajaran daring, meski sejumlah dinas pendidikan di kabupaten dan kota sempat meminta sekolah bersiap kembali dibuka.

Pelarangan sekolah tatap muka tertuang di Surat Edaran yang ditandatangani Gubernur Sumsel Herman Deru Nomor 420/12553/Disdik.SS/2020, Kamis (31/12/2020).

Ia mengimbau penundaan belajar tatap muka berlaku untuk semua satuan pendidikan dan mengalihkanya lagi ke pembelajaran jarak jauh.

Namun dalam sejumlah kesempatan, Herman Deru menyebut akan lebih nyakin akan memperbolehkan kelas tatap muka langsung jika sudah ada kepastian vaksin.

Tim Ahli Satgas COVID-19 Sumsel bidang epidemiologi Dr Iche Andriany Liberty mengatakan rekomendasi penundaan belajar tatap muka didasarkan atas meningkatnya kasus positif dan kategori usia pelajar yang masuk dominasi kasus.

"Banyak kasus positif didapati berusia 6 - 18 tahun dan bahkan ada yang meninggal dunia, maka menjadi kekhawatiran tersendiri jika sekolah dibuka," ujarnya.

Selain itu penambahan kasus selama Desember dinilai lebih signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, meski kasus sembuh sudah mencapai 80 persen namun kasus aktif belum menunjukkan tren penurunan.

Data Satgas Sumsel per 30 Desember mencatat total kasus konfirmasi positif mencapai 11.734 kasus dengan kasus sembuh berjumlah 9.517 orang dan angka kematian mencapai 610 kasus. (ANTARA)

Baca Juga: Pilih Malam Tahun Baru di Rumah, Gubernur Herman Deru Punya Resolusi Ini

Load More