Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kanan) menjajal kendaraan tempur buatan Practica di Kiev, Ukraina, Jumat (7/2/2020). [Antara/Biro Humas Kemenhan]
Sumber: Suara.com
Latar Belakang Sakti Wahyu Trenggono
Sakti Wahyu Trenggono, atau yang lebih akrab disapa Trenggono, ternyata memiliki kisah hidup yang kurang menyenangkan. Dirinya hidup dalam keluarga yang sederhana, bahkan untuk menempuh pendidikan, keluarganya harus menjual tujuh ekor kambing.
Pria kelahiran Semarang, tanggal 3 November 1962 ini pernah menempuh pendidikan Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung ( ITB). Sembari menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan, Trenggono mencoba peruntungannya dengan mendaftar program Astra Basic Training tahun 1988. Sangat beruntung, dirinya diterima dan mengikuti pelatihan selama enam bulan sebelum dilepaskan ke unit bisnis Astra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Konflik Agraria Muba Memanas, 3 Petani Jadi Tersangka Usai Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
BRI Nilai Saham BBRI Masih Undervalued, Buyback Rp500 Miliar Diluncurkan
-
Sawit dan Karet Kuasai 2,8 Juta Hektare, Mengapa PAD Sumsel Belum Maksimal?
-
BPK Sumsel Terseret Kasus Suap, Ini Temuan Audit Muara Enim yang Jadi Sorotan KPK