SuaraSumsel.id - Pada pekan menjelang akhir tahun, kota Palembang kembali berstatus zona merah penyebaran virus covid 19. Kondisi ini membuat pemerintah daerah akhirnya kembali mempertimbangkan kebijakan belajar tatap muka di sekolah.
Padahal sebelumnya, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan juga memberikan lampu hijau atas penerapan belajar di sekolah.
Terdapat beberapa kebijakan yang dikeluarkan yang kemudian disesuaikan dengan kondisi status penyebaran virus covid 19 di daerah.
Misalnya saja, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pembelajaran tatap muka diperbolehkan namun bukan diwajibkan.
Karena itu, perlu pembahasan bersama antara sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa.
Pembahasan dilakukan guna mengingatkan bagaimana penerapan protokol kesehetan bisa dijalankan meski pembelajaran belum penuh dilaksanakan secara tatap muka.
Lalu pembelajaran juga masih bisa dilakukan daring dengan membagi proporsi pembelajaran di sekolah dan daring.
Pagi ini, Sekda Palembang, Ratu Dewa mengunggah foto saat berada di sekolah yang sepi.
Tidak ada seorang siswa di sekolah tersebut akibat dari pemerintah masih memberlakukan pembelajaran daring atau pembelajaran online dari rumah.
Baca Juga: Hal yang Harus Dipertimbangkan Ortu Sebelum Izinkan Anak Sekolah Tatap Muka
Dengan menggunakan seragam kepegawaian, Sekda menuliskan status di foto:
"Lur rindu nn jingok anak2 kito belajar dan bercengkeramah lg dg kawan2 nyo di Sekolah. Rindu jugo antar jemput anak2 kito di Sekolah," tulis Ratu Dewa.
Meski baru beberapa jam, unggahan foto ini langsung dikomentari oleh pengguna instagram lainnya.
Rerata orang tua menaruh curahan hatinya mengenai kerinduan melihat anak-anak belajar
Seperti yang ditulis mery_gresy:
"Iyo pak, palembang sdh zona merah lagi,pecaknyo bkl urung lagi anak2 kito skolah tatap muko januari ini, payo lur ttp patuhi prokes, spy kota palembang kt ni dk zona merah, glk apo anak2 kt kbmnyo online tr.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan
-
UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism
-
Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya
-
Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt
-
Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas