SuaraSumsel.id - Peristiwa tabrakan dua kapal cepat di perairan Sungai Lalan, Desa Agung Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Kamis (3/12/2020) pukul 04.30 WIB, mengakibatkan satu orang tewas dan satu orang lagi hilang tenggelam.
Direktur Polairud Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Yohanes Sismadi Widodo, mengatakan tabrakan terjadi antara sesama perahu cepat, yaitu 200 PK Wawan Putra dan Semoga Abadi 04, dengan total penumpang berjumlah 16 orang.
"Satu orang meninggal, satu orang hilang, tiga orang luka-luka dan sisanya selamat," ujarnya, saat dikonfirmasi.
200 PK Wawan Putra yang dinakhodai Yanto mengarah keluar ke arah Kepayang dari sisi kanan sungai, tiba-tiba dari arah berlawanan Semoga Abadi 04 memotong jalur sebelah kanan sehingga terjadi tabrakan.
Akibatnya Semoga Abadi 04 ringsek pada lambung kanan, para korban luka pun segera dilarikan ke puskesmas terdekat.
Sismadi menuturkan, korban meninggal bernama Budi (44) warga Kepayang Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Sedangkan korban hilang yakni Irwandi (36), warga Jalan Fakih Usman, Lorong Prajurit Seberang Ulu I, Palembang.
Sementara tiga korban luka masing-masing Rini (26) menderita luka benturan di kepala, Fadli (10) patah tulang, dan Suandi (40) luka pada dahi kanan.
Untuk 11 korban selamat masing-masing Herman (30), Isnainj (40), Fauzi (39), Habiah (40), Rina (30), Intan (14), Sobri (48), Sanusi (32), Matrick (48), Risa (20) dan Muslimah (60).
Tim SAR gabungan telah bergerak mencari korban hilang dalam kecelakaan nahas itu dengan menerjunkan personil dan membawa perahu karet, alat selam, peralatan medis dan alat komunikasi.
Baca Juga: Buruh Pabrik Tangerang Tewas Membusuk di Kontrakan, Jasad Bersimbah Darah
"Basarnas mengerahkan enam personil rescue untuk bergabung dengan tim pencarian, semoga korban segera ditemukan," kata Kepala Badan SAR Nasional Palembang, Herry Marantika. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
BEM Unsri Akhirnya Turun Aksi Kritisi Pemerintahan Prabowo, Bawa 8 Tuntutan
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera