SuaraSumsel.id - Klaim efektivitas 92 persen yang dihasilkan oleh vaksin Sputnik V milik Rusia rupanya membuat pemerintah Turki terkesan dan berencana memproduksinya.
Rencana ini diungkap oleh Menteri Kesehatan kedua negara, dalam pertemuan melalui sambungan telepon terkait penanganan pandemi Covid-19.
Rusia sudah menguji dua vaksin untuk melawan virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 dan hampir mendaftarkan vaksin yang ketiga.
Vaksin Sputnik V diluncurkan untuk penggunaan domestik di Rusia meskipun uji coba tahap akhir belum selesai.
"Kepala Kementerian Kesehatan Turki menyatakan minatnya untuk mengatur produksi vaksin Sputnik V di fasilitas produsen farmasi Turki, setelah studi toksikologi telah dilakukan, sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang setempat," kata Kementerian Kesehatan Rusia dalam sebuah pernyataan, Rabu (11/11/2020).
Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko meyakinkan mitra Turki-nya tentang kesiapan untuk mengadakan tes semacam itu, kata pernyataan itu.
Kementerian Kesehatan Turki menolak untuk menguatkan klaim tersebut, tetapi Menteri Kesehatan Fahrettin Koca membenarkan bahwa kedua menteri telah melakukan panggilan telepon dalam sebuah cuitan yang diunggah Selasa malam (10/11).
"Kami bertukar pandangan tentang masalah di bidang kesehatan yang kami kerjakan, yaitu upaya vaksin Covid-19, dan operasi internasional yang kami ikuti," kata Koca.
Turki telah melaporkan hampir 400.000 pasien Covid-19 yang dikonfirmasi dengan lebih dari 11.000 kematian sejak Maret.
Baca Juga: Penelitian Vaksin Sinovac Brasil Ditunda, Bagaimana dengan di Indonesia?
Pada Juli, pemerintah mengubah penghitungan harian dengan hanya melaporkan jumlah pasien bergejala, dalam sebuah langkah yang menurut para kritikus menyembunyikan skala sebenarnya dari wabah di negara itu. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Siapa Anton Afinogenov? Pengawal Misterius Putin yang Kini Dibandingkan dengan Seskab Teddy
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi