SuaraSumsel.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan ruas tol Palembang-Tanjung Api-Api sudah dikeluarkan pada daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor jalan tol.
"Ada 14 ruas yang masih dalam perencanaan, dan dari 14 ruas ini, satu ruas rencananya akan dikeluarkan dari PSN yaitu Palembang-Tanjung Api-Api," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dalam jumpa pers daring progres pembangunan proyek strategis nasional bidang konektivitas, seperti yang dilansir ANTARA, Rabu (21/10/2020).
Hedy menuturkan ruas Palembang-Tanjung Api-Api rencananya akan dibangun untuk menunjang pelabuhan yang akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api.
Namun, hingga kini belum ada kejelasan pembangunan pelabuhan tersebut. Begitu pula pembangunan KEK Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dikabarkan akan ditunda.
"Kami memang sudah berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan, kelihatannya rencana pelabuhan (untuk KEK) Tanjung Api-Api ini belum final. Belum ada kejelasan kapan dibangun, sehingga nanti tidak akan efektif bangun tol, tapi pelabuhannya tidak ada," katanya.
Dengan demikian, pemerintah pun untuk sementara menunda proyek tersebut dan mengeluarkannya dari daftar PSN.
Hedy menambahkan, secara konstruksi, pembangunan pelabuhan juga disebutnya memakan biaya yang cukup tinggi karena sebagian besar merupakan jalan layang dari total 60 km.
"Dan investasinya sebesar itu, makanya kita tunda dulu. Mungkin butuh investasi di atas Rp9 triliun," imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, pelabuhan untuk mendukung KEK Tanjung Api-Api tadinya akan dibangun di Tanjung Api-Api namun kemudian dialihkan ke Tanjung Carat.
Baca Juga: Begini Resep Kopi Rempah Sumsel, Cocok di Musim Pancaroba Ini
Berdasarkan analisis mendalam, KEK Tanjung Api Api sendiri digeser ke kawasan yang lebih dekat dengan rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat.
Terkait daftar PSN jalan tol, Hedy menjelaskan secara total, terdapat 64 ruas jalan tol yang masuk kategori PSN, diantaranya 14 ruas telah beroperasi penuh, 10 ruas beroperasi sebagian, 26 ruas masih dalam tahap konstruksi dan pengadaan lahan, serta 14 ruas masih dalam perencanaan.
Dia menjelaskan ada sembilan usulan PSN baru di sektor jalan tol, diantaranya empat ruas ditambahkan ke lingkup PSN sebelumnya dan lima ruas merupakan ruas baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Setelah Ditunda Mendadak, Ini Jadwal Baru CFN Palembang dan Perubahan di Kawasan Atmo
-
Di Balik Kebakaran Muba, Aktivitas Sumur Minyak Ilegal di Hindoli Sudah Lama Berjalan
-
Tragedi di Jalan Kapten A Rivai: Kisah Pilu Driver Ojol Palembang Tewas Tertimpa Pohon Tumbang
-
Kenapa Harga Batu Bara Dunia Anjlok? Peran China dan India Jadi Sorotan
-
Harga Batu Bara Anjlok 22 Persen, PTBA Malah Tancap Gas, Ini Rahasia di Baliknya