Tasmalinda
Rabu, 09 September 2020 | 20:03 WIB
Ilustrasi pasien corona. [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]

SuaraSumsel.id - Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr. Iche Andriyani Liberty menyatakan tingkat kesembuhan akibat virus mengalami peningkatan namun angka kematian juga makin naik.

“Nah, kabar buruknya itu angka kematian (pasien meninggal karena Covid-19) semakin masih besar,” ujar dia pada Rabu (9/9/2020).

Penyebab angka kematian lebih disebabkan proses tracking pasien, khususnya di daerah di luar Kota Palembang yang masih rendah. Sehingga ada daerah yang angka kasusnya rendah namun menyumbang angka kematian yang tinggi.

“Bahkan, ada yang angka kematiannya sampai sembilan persen. Itulah yang menyebabkan angka kematian di Sumatera Selatan tinggi,” kata Ia.

Sementara mengenai kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumsel masih cenderung fluktuatif dan belum menunjukkan tanda-tanda melandai.

“Kalau angka kasus aktif sudah mulai ada penurunan. Sebab, angka kesembuhan terus mengalami peningkatan,” ungkap dia.

Pihaknya pun menyarankan kepada seluruh daerah untuk gencar melakukan tes PCR kepada warganya, sehingga penelusuran pasien positif bisa terdeteksi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel telah membuat surat edaran ke kabupaten dan kota guna meningkatkan pemeriksaan.

WHO sendiri telah mengeluarkan aturan mengenai standar pemeriksaan PCR 1/1000 penduduk per pekannya.

Baca Juga: Siswa Demo di Kantor Bupati: Kangen Mantan dan Sekolah

“Artinya di Sumsel ada 8.500 warga setiap pekannya yang harus diperiksa dan dibagi lagi ke 17 kabupaten dan kota. Deteksi kasus memang harus masif karena virus bisa menular dengan cepat,” tutur dia.

Kontributor : Rio Adi Pratama

Load More