Tasmalinda
Rabu, 09 September 2020 | 16:04 WIB
Ilustrasi pemakaman pasien covid-19 (Antara)

SuaraSumsel.id - Karena itu, MUI meminta agar gugus tugas penanganan terutama urusan pemakaman dapat membetulkan arah kiblat dari makam pasien yang dimakamkan dengan prosedur penanganan korban Covid 19 tersebut.

Ketua MUI Lubuklinggau Dr (HC) KH Syaiful Hadi Maafi mengatakan jika pihaknya sudah menyampaikan permasalahan yang diadukan masyarakat tersebut kepada pemerintah.

Karena itu, dilakukan pembahasan mengenai keluhan dan aduan masyarakat tersebut.

“Iya sudah ada pembahasannya dan akan dilakukan perbaikan,” ujarnya, Rabu (9/9/2020).

Syaiful yang dihubungi dalam kondisi kurang sehat, mengatakan jika pihaknya akan mengupayakan memperbaiki posisi makam tersebut.

“Maaf saya sedang sakit, coba hubungi Wasekjend MUI saja. Tetapi yang pasti, akan diperbaiki ,” ungkapnya

Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakamenag) Lubuklinggau, Azhari Rahardi mengatakan jika pihaknya juga baru mengetahui atas keluhan masyarakat tersebut.

Sehingga, diperlukan pembahasan bersama akan hal tersebut terutama pada MUI dan Gugus Tugas dari pemerintah daerah.

“Sangat perlu dilakukan pembahasan. Dilakukan perbaikan secepatnya,” ujar dia.

Baca Juga: Pelanggar Protokol Kesehatan Covid 19 di Sumsel Didenda Rp500.000

Akan tetapi proses perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.

Dia berpendapat posisi mayit di dalam makam jika sudah tegak lurus dengan arah kiblat di sebelah kanan maka sudah bisa dinyatakan benar berdasarkan syariah islam.

“Sebenarnya bisa dengan cepat diperbaiki, tinggal mengetahui posisi yang benar,” ujarnya dihubungi Suara.com.

Azhari yang dihubungi juga tengah dalam proses isolasi mandiri setelah sakit, mengatakan ia akan memastikan hal tersebut lebih lanjut. “Sebaiknya dilakukan pembahasan bersama. Kemenag juga menjadi bagian pada hal ini. Saya juga baru tahu akan hal ini,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Lubuklinggau juga memastikan akan kembali berkordinasi dengan MUI, pihak rumah sakit agar penanganan dan status pasien dapat diketahui sebelum pemakaman dilaksanakan oleh petugas gugus tugas penanganan covid 19.

Load More