“Pelan-pelan kita dibenahi keahlian anggota. Harus pada jalannya dan terus berkarya,” ujarnya.
Untuk di Sumsel sendiri, menurut pengakuan keduanya sudah cukup terbuka atas kalangan transpuan. Penilaian kehadiran transpuan semakin mengalami pergeseran ke arah yang lebih baik, mulai dari menghargai keberadaan dan mengakui karya-karya transpuannya.
"Keadaannya mulai membaik. Kita terus mengkampanyekan jika transpuan juga bisa berkarya dan bermanfaat" pungkasnya.
Terbentuknya komunitas masyarakat transgander, dinilai Psikolog Agiersda Siregar bukan tidak ada penyebabnya. Kesadaran berkumpul dalam organisasi lebih disebabkan adanya kesamaan kondisi.
Baca Juga: Dipukul Pandemi Corona, Kuta Bali Bak Kota Mati, Sangat Sepi
“Begitu pula bagi transpuan tersebut. Dengan wadah organisasi, para transpuan akan lebih mudah terbuka, berbaur dan saling menyatu satu sama lainnya,” katanya.
'Berdasarkan pengertian komunitas, Macqueen, 2001, Agi menjelaskan komunitas terbentuk akibat tiga hal yakni ikatan sosial, pandangan yang sama, serta terlibat dengan aksi bersama. Sementara komunitas transpuan bisa terbentuk sebagai pandangan indentitas seksual yang sama.
Dari beberapa penelitian mengenai komunitas, para transgender seperti halnya gay, lesbian dan lainnya akan berusaha bertemu sekaligus memperluas lingkaran persahabatan.
“Selain itu, komunitas juga terbentuk akibat memvalidasi, memberdayakan serta mendukung satu sama lainnya. Sebagai kelompok minoritas, mereka butuh kesamaan dalam bahasa, baik dijadikan media komunikasi, atau lainnya” kataya.
Para transgender ialah bagian dari komunitas individual marginal (community of marginalized individuals) yang memahami mengenai asal muasalnya sehingga tidak diperlukan upaya menjelaskan identitas mereka. “Dengan berkelompok sama, mereka bisa lebih nyaman menjadi diri mereka sendiri dalam menjalani hidupnya," pungkas Agi.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Gubernur Kepri Minta Maaf
Liputan ini didukung oleh hibah Story Grant dari Serikat Jurnalis Keberagaman (SEJUK) - Internews.
Berita Terkait
-
Konsisten Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Mau Buka Bisnis Rumahan, Ini Pilihan Pinjaman Modal Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga
-
Karier dan Bisnis Najwa Shihab, Heboh Rumor Masuk Radar Kabinet Prabowo Gegara Sikap Diam
-
Penyaluran KUR Pekerja Migran Pindah ke BP2MI: Ini Kata Menteri UMKM
-
Sumber Kekayaan Vicky Prasetyo, Tak Main-Main Gelontorkan Rp1 Miliar untuk THR
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap
-
Silaturahmi Idul Fitri Berujung Jambret, IRT di Palembang Kehilangan Kalung Emas Rp 26 Juta
-
Silaturahmi Berujung Duka: Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Tragis di Lahat
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang