Kini, usaha salonnya tengah diuji. Selain harus berkompetisi dengan salon-salon yang baru bermunculan lainnnya, ia pun harus menghadapi situasi pandemi.
Penghasilan salon yang kian menurun, mengakibatkan ia sulit untuk membayar sewa bedeng sekaligus membayar kredit perbankan. Selama pandemi pun, ia tidak pernah mendapatkan tawaran bantuan hingga bantuan langsung dari pemerintah.
“Pernah ditawarkan bantuan tapi syaratnya tidak ada pinjaman di bank, sementara saya ada kredit di bank, yang niat awalnya untuk membuka salon di bangunan sendiri. Meski mendapatkan penundaan pembayaran kredit, saya masih khawatir belum mampu membayar kredit di bulan-bulan ke depan dengan penghasilan seperti ini,” ungkapnya.
Kegelisahan yang sama diungkapnya transpuan lainnnya. Heri. Sudah hampir setengah tahun, Heri yang menekuni bisnis jual beli pakaian khas pengantin juga sepi pelanggan.
Transpuan di Palembang yang biasa memperoleh penghasilan hingga puluhan juta atas busana yang dirancang juga mengalami dampak pandemi. Kata Heri, tidak hanya ia yang terdampak secara ekonomi atas pandemi saat ini.
Hampir sebagian besar transpuan lainnya juga mengalami permasalahan yang sama.“Tidak semua dari transpuan sanggup bertahan saat pandemi. Usaha dijalani transpuan juga sangat terdampak,” katanya di pertengahan Agustus lalu.
Seperti bisnis jual beli pakaian pengantin yang digelutinya. Heri yang juga dikenal dengan nama Helena menceritakan jika pendapatan yang diperolehnya kini sangat berkurang jika dibandingkan sebelum pandemi.
“Banyak transpuan berhasil mengembangkan usaha, tetapi menjelang usia tuanya mengalami kesulitan ekonomi,“ sambung ia.
Pandemi virus tidak hanya mempengaruhi transpuan secara ekonomi namun juga psikologisnya. Banyak transpuan yang harus memutar otak guna bertahan selama pandemi dengan mengandalkan keahlian yang dimiliki atau beralih ke jenis usaha lainnya.
Baca Juga: Dipukul Pandemi Corona, Kuta Bali Bak Kota Mati, Sangat Sepi
“Dengan berbagai kesulitan ini, akhirnya kami tetap bertahan dan saling menguatkan. Melalui media komunikasi yang kami buat seperti group whatsapp dan lainnya, kami berbagi cerita termasuk informasi kerja,”ucap dia.
Di tengah kesulitan yang dihadapi saat pandemi ini, banyak transpuan juga cendrung tidak tersentuh bantuan pemerintah.
Direktur Eksekutif Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumsel Nindi Tanjung mengatakan kalangan transpuan jarang mendapatkan bantuan karena permasalahan identitas kependudukan. Salah satu penyebabnya ialah para transpuan tersebut berasal dari luar Sumsel sehingga dianggap bukan sebagai penduduk setempat.
“Mereka tidak ber-KTP Sumsel, karena itu tidak banyak terima bantuan,” ujarnya.
Padahal banyak dari transpuan yang terdampak secara ekonomi karena kondisi pandemi saat ini. Transpuan kehilangan lapangan pekerjaan hingga harus berpindah ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Ada dari mereka pindah kosan, menutup sementara usaha,” kata Nindi.
Berita Terkait
-
Apa Itu ROA? Kenali Fungsi dan Rumusnya untuk Menilai Kinerja Bisnis
-
Siap Jadi Pengusaha, Begini Cara Memoles UMKM Jadi Bisnis Profesional dan Berkelanjutan
-
Leonardo: Bisnis Tanpa Keamanan Siber Use Case Mudah Jadi Sasaran Kejahatan
-
Aksi Adik Kandung Prabowo yang Makin Mencengkeram Bisnis Telekomunikasi
-
Aturan Royalti Musik Tak Kunjung Jelas, Pelaku Usaha Butuh Kepastian Hukum di Momen Nataru
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara untuk Ringankan Penderitaan Masyarakat
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
Cek Fakta: Viral Klaim BMKG Deteksi Ancaman Squall Line Malam Tahun Baru, Benarkah?
-
Sepanjang 2025, Transformasi BRI Berbuah Kinerja Solid dan Kontribusi Nyata untuk Negeri
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan