Baca 10 detik
- Kota Palembang diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan pada Minggu, 11 Oktober 2026.
- Konsentrasi partikel halus PM2.5 di sejumlah stasiun mencapai tingkat sangat tidak sehat hingga berbahaya.
- Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan serta menggunakan masker pelindung khusus saat kabut asap.
Masyarakat disarankan memeriksa pembaruan kualitas udara dari sumber resmi secara berkala. Kondisi pada satu stasiun pemantauan tidak selalu mewakili seluruh kota, dan angka polusi dapat berubah sepanjang hari.
Kabut asap yang masih menyelimuti Palembang menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla dan perlindungan kesehatan warga perlu berjalan beriringan. Selain memantau kualitas udara, masyarakat juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai perkembangan kebakaran dan langkah penanganan yang dilakukan pemerintah.