- Hujan mengguyur kawasan Bukit Besar, Kota Palembang, pada Selasa malam, 22 September 2026, setelah warga menghadapi kabut asap.
- Sebelum hujan, kualitas udara Palembang berada dalam kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 yang tinggi.
- Hujan tersebut belum otomatis mengakhiri kabut asap karena masih terdapat ribuan titik panas akibat kebakaran hutan.
SuaraSumsel.id - Hujan akhirnya kembali mengguyur sejumlah kawasan Kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (22/9/2026) malam. Setelah berminggu-minggu warga berhadapan dengan kabut asap dan udara yang buruk, guyuran hujan sontak membawa harapan baru.
Di kawasan Bukit Besar, hujan mulai turun sekitar pukul 20.45 WIB. Guyurannya memang tidak berlangsung lama, tetapi cukup membuat warga berharap hujan kali ini bukan sekadar membasahi jalan, melainkan juga membantu mengurangi kabut asap yang masih menjadi persoalan Palembang.
Namun ada satu pertanyaan yang lebih penting: apakah hujan malam ini benar-benar membuat udara Palembang membaik? Jawabannya belum bisa dipastikan hanya dari turunnya hujan.
Hujan Turun, Tapi Asap Belum Otomatis Hilang
Baca Juga:Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur
Sebelum hujan mengguyur Bukit Besar pada Selasa malam, kualitas udara Palembang masih berada dalam kondisi sangat tidak sehat. Data pengukuran hingga pukul 08.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 mencapai 235,3 mikrogram per meter kubik, sedangkan Talang Betutu berada di angka 156,5 µg/m³.
Keduanya masuk kategori sangat tidak sehat. BMKG menyebut kondisi tersebut masih menjadi perhatian meskipun status udara tidak lagi berada pada kategori berbahaya seperti sebelumnya. Artinya, hujan yang baru turun pada malam hari belum dapat langsung dijadikan tanda bahwa masalah kabut asap telah selesai.
Perubahan kualitas udara tetap perlu dilihat dari hasil pengukuran setelah hujan.
Warga Sudah Lama Menunggu Hujan
Harapan warga terhadap hujan bukan tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, Palembang berkali-kali diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan kualitas udara menjadi perhatian.
Baca Juga:Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar
Karena itu, ketika hujan turun di Bukit Besar malam ini, suasana yang muncul bukan sekadar perubahan cuaca. Ada harapan agar hujan membantu membersihkan udara dan mengurangi asap yang selama ini mengendap di sekitar kota.
Warga juga berharap hujan turun lebih merata di kawasan Palembang, bukan hanya di satu wilayah.
Kenapa Hujan Belum Tentu Mengakhiri Kabut Asap?
Hujan memang dapat membantu menurunkan partikel di udara dan membasahi permukaan yang kering. Tetapi persoalan kabut asap tidak hanya bergantung pada kondisi di dalam Kota Palembang.
Sumber asap dapat berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah lain. Asap kemudian terbawa angin menuju kawasan perkotaan.
Karena itu, meskipun satu kawasan Palembang diguyur hujan, asap masih mungkin muncul kembali apabila sumber kebakaran di wilayah lain belum sepenuhnya padam.