Terungkap, Ini Penyebab Ayah di Palembang Ditikam Berkali-kali Saat Pangku Anak di Angkot

Polisi memburu YC, pelaku penusukan brutal terhadap Aidil di dalam angkot di Palembang. Motif diduga karena dendam lama. Korban kini dirawat intensif akibat luka tusuk serius.

Tasmalinda
Kamis, 14 Mei 2026 | 20:51 WIB
Terungkap, Ini Penyebab Ayah di Palembang Ditikam Berkali-kali Saat Pangku Anak di Angkot
Ini penyebab ayah di Palembang ditikam berkali-kali saat pangku anak di angkot
Baca 10 detik
  • Seorang pria bernama Aidil ditusuk pelaku berinisial YC di dalam angkot kawasan Ilir Timur I, Palembang, Rabu (13/5/2026).
  • Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka tusuk serius dan kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
  • Pihak kepolisian sedang mendalami motif perselisihan lama antara pelaku dan korban sekaligus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku YC.

SuaraSumsel.id - Kasus penusukan brutal yang menimpa Aidil saat sedang memangku anaknya di dalam angkot di Palembang mulai menemui titik terang.

Polisi kini mendalami motif di balik aksi penikaman sadis yang terjadi di kawasan Jalan Segaran, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB tersebut.

Dugaan sementara, aksi penusukan itu dipicu persoalan lama antara korban dan pelaku berinisial YC.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian berdarah itu terjadi, korban dan terduga pelaku diduga pernah terlibat perselisihan.

Baca Juga:Detik-detik Anak Kecil Menangis Saat Ayahnya Ditikam Brutal di Dalam Angkot Palembang

Namun hingga kini, aparat kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti yang membuat pelaku nekat menyerang Aidil secara brutal di depan anaknya sendiri.

Kasus ini menjadi perhatian warga karena aksi penusukan dilakukan di ruang publik saat korban sedang berada di dalam angkot sambil memangku anak kecilnya.

Istri korban, Mareta Sinta (35), mengatakan penyerangan terjadi begitu cepat dan membuat suasana di dalam angkot langsung panik.

“Tiba-tiba datang terlapor dan langsung menyerang suami saya menggunakan pisau. Pelaku menusuk suami saya berkali-kali, padahal saat itu dia sedang memangku anak,” ungkap Mareta saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang.

Akibat serangan tersebut, Aidil mengalami luka tusuk di sejumlah bagian tubuh, mulai dari paha kiri, lengan kanan, hingga punggung sebelah kiri.

Baca Juga:Pengusaha Salon Palembang Kehilangan Rp3,5 Miliar, Tergiur Investasi Batu Bara dari Guru Spiritual

Korban juga mengalami luka gores di beberapa bagian tubuh akibat sabetan senjata tajam.

“Suami saya mengalami luka tusuk di paha kiri, lengan kanan, punggung sebelah kiri, dan luka gores di sekujur tubuh,” jelasnya.

Saat ini Aidil masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dialaminya.

Sementara itu, polisi masih memburu YC yang diduga sebagai pelaku penusukan brutal tersebut.

Penyidik juga tengah mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri hubungan antara korban dengan pelaku untuk memastikan motif penyerangan.

Kasus ini memicu perhatian masyarakat Palembang karena dinilai sangat nekat dan membahayakan keselamatan penumpang lain di dalam angkot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak