Penyebab Rasa Nyeri saat Menstruasi dan Cara Mengobatinya

penyebab rasa nyeri saat menstruasi adalah prostaglandin serta estrogen dan progesteron

Tasmalinda
Kamis, 16 Desember 2021 | 20:50 WIB
Penyebab Rasa Nyeri saat Menstruasi dan Cara Mengobatinya
Ilustrasi Menstruasi. Penyebab rasa nyeri saat menstruasi. [Envato]

Anda juga bisa mengkompres kepala dengan air dingin atau melakukan pernapasan dalam untuk relaksasi. Bila tidak tahan dengan sakitnya bisa meminum obat seperti ibuprofen atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya seperti naproxen (Aleve).

Tingkat hormon yang berfluktuasi juga dapat menyebabkan nyeri perut dan nyeri payudara. Estrogen memperbesar saluran payudara, dan progesteron membuat kelenjar susu membengkak. Hal ini menyebabkan nyeri pada payudara.

Payudara mungkin juga terasa "berat". Sering kali, NSAID bisa efektif dalam meredakan nyeri atau nyeri payudara pramenstruasi. Jika rasa sakitnya parah, pengobatan hormonal resep mungkin menjadi pilihan untuk Anda.

Mengobati nyeri menstruasi

Baca Juga:6 Cara Menghindari Penumpukan Asam Laktat, Kalau Dibiarkan Bisa Berbahaya

Selain menggunakan obat pereda nyeri, Anda juga melakukan pengobatan rumahan seperti banyak minum air putih, berbaring di ruangan yang gelap dan sunyi, letakkan kantong es atau kain dingin, pijat area di mana merasa sakit dan lakukan pernapasan dalam atau latihan relaksasi.

Untuk mengobati pembengkakan dan nyeri pada payudara, Anda bisa melakukan perubahan gaya hidup dengan mengkonsumsi makanan kaya akan nutrisi seperti kacang-kacangan, bayam, hazelnut, wortel, pisang, oat serta menggunakan minyak dari bahan jagung, zaitun, safflower dan kanola.

Jika Anda sudah mencoba berbagai pengobatan rumahan, perubahan gaya hidup dan obat namun tidak mengurangi rasa nyeri maka harus segera berkonsultasi.

Yang perlu dilakukan adalah mencatat kapan gejala nyeri, kram dan sakit kepala terjadi. Tingkat keparahan dan durasi dari gejala ini juga wajib diperhatikan agar dokter lebih memahami apa yang Anda alami.

Terkadang perawatan yang lebih intensif mungkin diperlukan, seperti pil KB atau obat lain untuk membantu fluktuasi hormon. Dokter Anda mungkin juga ingin menjalankan tes untuk menyingkirkan kondisi lain yang mungkin menyebabkan gejala nyeri. (ANTARA)

Baca Juga:5 Ciri-Ciri Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini