Petisi Boikot Nikita Makin Ramai Diteken, Warganet: Dia Penebar Kebencian

Petisi boikot artis Nikita Mirzani makin ramai diteken warganet. Mereka pun menuliskan jika Nikita Mirzani penebar kebencian.

Tasmalinda
Senin, 13 Desember 2021 | 14:30 WIB
Petisi Boikot Nikita Makin Ramai Diteken, Warganet: Dia Penebar Kebencian
Nikita Mirzani. Petisi Boikot Nikita Makin Ramai Diteken [instagram]

SuaraSumsel.id - Petisi berisikan boikot artis Nikita Mirzani ramai diteken warganet. Petisi yang muncul di change.id dengan pembuatnya Flavossara Berry. 

Ajakan untuk boikot Nikita Mirzani ini pun ramai dikomentari. Salah satu warganet menuliskan jika Nikita, ialah artis penebar kebencian.

Dalam narasi ajakan boikot ini disebutkan jika Indonesia membutuhkan kedamaian untuk semua.

Dituliskan jika Nikita Mirzani ialah artis, yang akhir-akhir ini sering membuat keributan. Keributan yang dimulai yakni mulai dari sesama artis sekaligus juga menghina umat islam, bahkan sering membuka aib orang lain yang seharusnya tidak pantas.

Baca Juga:Viral Tantowi Yahya Bertemu Wong Sumsel, Pakai Plat Mobil Pempek di New Zealand

Selain itu Nikita Mirzani disebutkan, pernah juga melakukan Victim Blamming terhadap korban kasus kekerasan seksual.

Nikita disebut pernah melarang mengurusi pribadi dia, namun seenakknya berlaku egois menghina dan menyenggol pribadi orang lain.

Karena itu, warganet, juga harus menuntaskan dan membersihkan Indonesia dari publik figur yang kerap membawa keributan.

Menurut dia, sudah saatnya masyarakat Indonesia menjadi pribadi yang bermartabat, dimulai dari hal kecil. Walaupun petisi ini terdengar konyol untuk sebagian orang.

Petisi boikot Nikita Mirzani.
Petisi boikot Nikita Mirzani.

"Salam damai untuk kita semua.

Baca Juga:Kalahkan Persimura, PS Palembang Mulus Melaju Empat Besar Liga 3 Sumsel

Seorang artis bernama Nikita Mirzani, akhir - akhir ini sering membuat keributan. Mulai dari ribut sesama artis, menghina umat Islam, membuka aib orang lain yang seharusnya tidak pantas, melakukan fitnah, bahkan pernah melakukan Victim Blaming terhadap korban kasus kekerasan seksual!

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini