alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mayjen Kunto: Food Estate Immune Booster Sebagai Ketahanan Pangan

Tasmalinda Kamis, 09 September 2021 | 08:48 WIB

Mayjen Kunto: Food Estate Immune Booster Sebagai Ketahanan Pangan
Petani memanen bibit padi [Suara.com/Dian Latifah]

Pemerintah Indonesia mengembangkan suatu program bernama Food Estate, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

SuaraSumsel.id - Saat ini, umat manusia di muka bumi, terus berupaya mengakhiri pandemi Novel Coronavirus (Covid-19), yang menjelma menjadi permasalahan serius bagi kesehatan dan ekonomi dunia. Diawali adanya kasus kluster pneumonia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, kasus ini kemudian terus berkembang hingga adanya laporan kematian di luar China.
 
Mengingat penyebarannya yang cukup cepat, WHO [World Health Organization] menetapkan Covid-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern [PHEIC] pada 30 Januari 2020.
 
Kasus pertama Covid-19 di Indonesia tercatat sejak 2 Maret 2020, dan hingga saat ini tersebar luas hampir di seluruh provinsi dengan jumlah pasien terinfeksi terus bertambah dari waktu ke waktu. Saat ini, jumlah terpapar Covid-19 mencapai 4 juta lebih, dan yang meninggal dunia 133-an ribu.
 
Imbas dari situasi ini menyebabkan terjadinya krisis multidimensi di berbagai aspek, baik di bidang politik, ekonomi, sosial maupun budaya, serta berbagai sektor strategis, yang salah satunya pertanian.
 
FAO [Food and Agriculture Organization] atau organisasi pangan dan pertanian dunia telah mengingatkan dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan tak terkendali terhadap sektor pertanian, yang perlu di atensi oleh sejumlah negara dalam rangka mempertahankan ketahanan pangannya, sekaligus mencegah terjadinya krisis pangan.
 
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Indonesia mengembangkan suatu program bernama “Food Estate”, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

Mayor Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo menilai program Food Estate merupakan suatu konsep pengembangan produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi, yang terdiri dari pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di lahan yang luas.[1]
 
Program semacam Food Estate ini bukanlah hal baru di Indonesia. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, program serupa pernah dilaksanakan di Kalimantan Tengah, dengan sebutan “Pengembangan Lahan Gambut [PLG]1 Juta Hektar”.

Setelah berjalan empat tahun [1995-1999] program tersebut dihentikan Presiden Habibie karena dinilai gagal.
 
Pada masa pemerintahan Presiden SBY [Susilo Bambang Yudhoyono] program serupa kembali dicanangkan dengan nama MIFEE [Merauke Integrated Food and Energy Estate] di Papua pada tahun 2010, dan DeKaFE [Delta Kayan Food Estate] di Kalimantan Utara pada tahun 2011.

Namun sekali lagi, program ini menuai kritik keras dari berbagai kalangan karena dianggap melakukan kegiatan deforestasi, menghilangkan keanekaragaman hayati, menimbulkan konflik sosial dan tekanan terhadap kehidupan masyarakat.[2]

Baca Juga: Daftar Daerah Terapkan PPKM Level 3 hingga 20 September, di Sumsel Ada 10 Daerah

Di era Presiden Jokowi [Joko Widodo] program Food Estate kembali dikembangkan dengan memberikan mandat kepada Kementerian Pertahanan untuk memimpin program tersebut, bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR], Kementerian Pertanian [Kementan], Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan [KLHK], serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara [BUMN].

Petani sedang bekerja. (pixabay/Aliko Sunawang)
Petani sedang bekerja. (pixabay/Aliko Sunawang)

 
Asupan Sehat

Di tengah pandemi Covid-19, selain upaya pemenuhan kebutuhan pokok pangan melalui Food Estate, juga diperlukan upaya pencegahan Covid-19. Salah satu upaya pencegahan dilakukan dengan meningkatkan ketahanan masyarakat melalui peningkatan kesehatan dan ketahanan tubuh perorangan.
 
Daya tahan tubuh dapat ditingkatkan dengan melakukan kebiasaan hidup sehat yaitu menjaga kebersihan, menjaga asupan nutrisi yang baik, ditambah dengan mengonsumsi pangan yang sehat, dan  ramuan herbal sebagai immune booster.
 
Pangan yang memiliki nutrisi yang baik dari tanaman, misalnya buah-buahan.

Tanaman buahan yang tumbuh baik di Indonesia, sejak ratusan tahun lalu, yang memiliki nutrisi oksidan tinggi, antara lain jambu merah, manggis, buah naga merah, sejumlah mangga seperti kemang, embem, bacang, serta buahan pangan seperti labuh, jengkol dan petai.
 
Sementara tanaman herbal yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh sebagai immune booster, misalnya kunyit, jahe, kunyit, sirih, serai, laos, hingga lada, cengkih, dan banyak lainnya.
 
Immune booster merupakan bahan atau produk dari tumbuhan yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan atau memperbaiki sistem kekebalan tubuh [immune] terhadap serangan asing yang mengancam integritasnya.
 
Salah satu cara memperoleh Immune Booster ini dengan memanfaatkan tanaman obat yang tersedia di Indonesia.

Sekitar 9.600 spesies yang diketahui memiliki khasiat obat, tapi belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Maka, selain program Food Estate untuk komoditi pangan, juga diperlukan Food Estate untuk komoditi herbal sebagai Immune Booster.

Baca Juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Jadi Saksi Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya

Pekerja mengemas beras ke dalam karung di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis(28/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pekerja mengemas beras . [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Food Estate Immune Booster

Di masa damai, TNI [Tentara Nasional Indonesia] senantiasa berperan aktif dalam rangka menjalankan tugas pokoknya, terutama tugas “Operasi Militer Selain Perang”, yaitu membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.
 
Satuan TNI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia merupakan potensi utama untuk mewujudkan hal tersebut,sebagai upaya nyata dalam melaksanakan pemberdayaan pertahanan di darat, sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2004 pasal 8.
 
Sejauh ini Pemerintah, dengan pendampingan dan pengawalan yang dilaksanakan TNI, telah berupaya dengan menerapkan sejumlah langkah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Di antaranya perbaikan irigasi, pembangunan bendungan, mencetak sawah baru, mencetak lahan pertanian kering baru, dan sebagainya.
 
Namun pada kenyataannya, upaya tersebut belum dapat terlaksana secara optimal, dan belum berpengaruh dalam upaya peningkatan produksi pangan. Apalagi  di tengah pandemi Covid-19 ini, upaya mewujudkan ketahanan pangan tersebut seolah mulai tersingkirkan oleh operasi kemanusiaan yang TNI gelar seperti operasi penanganan medis, operasi pengamanan dan operasi dukungan.
 
Padahal upaya pemanfaatan lahan yang pernah dilaksanakan sebelumnya untuk mewujudkan ketahanan pangan masih relevan sebagai upaya mitigasi Covid-19, yaitu dengan memanfaatkan lahan tersebut sebagai Food Estate Immune Booster.
 

Ilustrasi petani (Canva)
Ilustrasi petani (Canva)

Optimalisasi

Sesuai dengan latar belakang tersebut, dapat diidentifikasikan beberapa persoalan. Pertama, bagaimana peran ketahanan pangan dan herbal selama pandemi berlangsung. Kedua, bagaimana peran TNI di tengah kecamuk pandemi Covid-19 di Indonesia.

Ketiga, bagaimana mengembangkan dan meningkatkan program Food Estate Immune Booster ke depan, yang dihadapkan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Keempat, bagaimana peran Food Estate Immune Booster dalam strategi ketahanan pangan sekaligus sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.
 
Berdasarkan persoalan tersebut maka dapat diambil suatu rumusan masalah yaitu bagaimana optimalisasi program Food Estate Immune Booster dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang tangguh.
 
Pemecahan persoalan tersebut dipandang penting mengingat ancaman krisis pangan dan keterbatasan asupan imun bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19, yang dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh dan kualitas kesehatan masyarakat, yang pada akhirnya dapat mengancam ketahanan negara dan kestabilan negara.
 
Maka, diperlukan suatu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui program Food Estate Immune Booster yang didukung seluruh komponen masyarakat dan terintegrasi dengan konsep ketahanan nasional.
 
Dalam menyajikan solusi yang berbentuk tulisan ini, penulis menggunakan metode deskriptif analitis melalui pengamatan di lapangan dan pendekatan secara empiris serta studi literatur melalui jurnal, buku dan internet.
 
Nilai guna penulisan ini, untuk memberikan gambaran secara umum tentang program Food Estate Immune Booster di tengah pandemi Covid-19, dan upaya pengembangan program tersebut ke depan dihadapkan dengan sistem pertahanan negara.
 
Adapun maksud dari penulisan ini memberikan saran dan masukan kepada pimpinan dalam menentukan kebijakan lebih lanjut terhadap program Food Estate Immune Booster untuk mendukung sistem pertahanan negara di tengah kemajuan teknologi informatika.
 
Pokok pembahasan dalam tulisan ini dibatasi pada program Food Estate Immune Booster itu sendiri dengan ruang lingkup yang terdiri dari pendahuluan, pembahasan dan penutup.*


[1] P. Setyo dan J. Elly, Problems Analysis on Increasing Rice Production Through Food Estate Program in Bulungan Regency, North Kalimantan, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (2018), hlm. 2.
[2] Krystof Obidzinski, Can large scale land acquisition for agro-development in Indonesia be managed sustainably?, Land Use Policy, Vol. 30 (2013), hlm. 953.

Mayor Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P.,  saat ini menjabat Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad. Saat menjabat Danrem 044/Garuda Dempo [2016—2018], ia menjadi Komando Satgas Penanganan Karhutla Sumatera Selatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait