Tasmalinda
Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:45 WIB
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju menyerahkan dukungan program pemberdayaan kepada masyarakat Dusun IV Talang Bali,
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Patra Niaga menjalankan Program Mina Padi sejak 2022 di Desa Sungai Rebo untuk meningkatkan produktivitas petani rawa lebak.
  • Program ini sukses menaikkan produksi gabah tahunan, mengurangi pupuk kimia, serta memberikan tambahan penghasilan dari telur asin dan budidaya ikan.
  • Memasuki tahap exit program pada 2026, pendampingan petani diserahkan kepada Balai Penyuluh Pertanian Banyuasin I dan direplikasi ke wilayah lain.

SuaraSumsel.id - Program Mina Padi yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju sejak 2022 membantu petani rawa lebak di Desa Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menambah sumber penghasilan. Setelah memasuki tahap exit program pada 2026, pendampingan petani dilanjutkan secara bertahap oleh Balai Penyuluh Pertanian Banyuasin I.

Program pemberdayaan ini mencatat sejumlah hasil, mulai dari peningkatan produksi gabah dari 4 ton menjadi 7 ton per tahun, frekuensi tanam yang meningkat menjadi dua kali setahun, hingga pengurangan penggunaan pupuk kimia sebesar 20 persen. Petani juga memperoleh penghasilan tambahan dari usaha telur asin dan budidaya ikan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Refinery Unit Plaju, Siti Fauzia, mengatakan capaian tersebut menjadi bekal bagi petani untuk melanjutkan usaha secara mandiri sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Kami bangga melihat petani kini punya lebih dari satu sumber penghasilan dan lahan yang lebih produktif. Inilah bekal yang kami harapkan membuat mereka tangguh menghadapi perubahan iklim,” ujar Fauzia dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Produksi meningkat, sumber penghasilan bertambah

Program Mina Padi menggabungkan budidaya padi dengan perikanan dan peternakan di lahan rawa lebak. Model ini dikembangkan untuk membantu petani beradaptasi dengan perubahan iklim, termasuk musim yang sulit diprediksi, banjir, dan kekeringan.

Sebelum program berjalan, kondisi lahan rawa lebak pasang surut membuat petani hanya dapat menanam padi sekali dalam setahun. Melalui pendampingan dan penerapan pola usaha yang lebih beragam, lahan kini dapat ditanami dua kali setahun.

Manfaat program juga terlihat dari bertambahnya sumber pendapatan masyarakat. Usaha telur asin menghasilkan sekitar Rp2,4 juta per bulan, sedangkan budidaya ikan memberikan penghasilan sekitar Rp5,6 juta setiap enam bulan.

Secara keseluruhan, program yang menjangkau 116 penerima manfaat langsung ini melibatkan Kelompok Tani Jaya Bersama, Kelompok Tani Bina Tani Berkah, UMKM Andong Jaya, dan Kelompok Ternak Talang Bali.

Baca Juga: Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Pendampingan dilakukan melalui tiga strategi utama, yakni diversifikasi usaha petani, penerapan praktik pertanian ramah lingkungan dan rendah karbon, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan ketidakpastian kondisi air.

Petani didorong beradaptasi dengan perubahan iklim

Ketua Kelompok Tani Bina Tani Berkah, Abdul Fatih, mengatakan perubahan iklim perlu dihadapi melalui upaya adaptasi dan mitigasi, bukan sekadar diterima sebagai kondisi yang tidak dapat diubah.

“Kita tidak bisa hanya pasrah diri menghadapi perubahan iklim. Atas dukungan Pertamina, kini kami dapat beradaptasi dan melakukan mitigasi sehingga produktivitas dan kesejahteraan kami meningkat,” kata Abdul.

Bagi petani rawa lebak, kemampuan menyesuaikan pola tanam dan mengembangkan sumber penghasilan alternatif menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan usaha ketika kondisi cuaca dan ketersediaan air berubah.

Memasuki tahap exit program, Kilang Plaju mulai menyerahkan pendampingan kepada Balai Penyuluh Pertanian Banyuasin I. Tahap ini menjadi bagian dari upaya memastikan pengetahuan dan praktik yang telah dikembangkan tetap diterapkan oleh kelompok tani setelah pendampingan perusahaan berakhir.

Load More