- Kabut asap pekat menyelimuti Kota Palembang pada Kamis, 15 Oktober 2026, menyebabkan jarak pandang menurun hingga 50 meter.
- Penurunan jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II mengakibatkan pembatalan dua penerbangan rute Singapura.
- Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Palembang mencapai kategori berbahaya bagi kesehatan berdasarkan data pemantauan.
SuaraSumsel.id - Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (15/10/2026). Jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) sempat turun hingga 50 meter, menyebabkan dua penerbangan rute Singapura dibatalkan dan sejumlah keberangkatan lainnya masuk dalam pemantauan operasional.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan jarak pandang di kawasan bandara berdasarkan pembaruan pukul 07.00 WIB hanya mencapai 50 meter. Kondisi tersebut menyebabkan penerbangan TR254 rute Singapura-Palembang dan TR255 rute Palembang-Singapura dibatalkan.
Kabut asap yang menyelimuti Palembang juga menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara. Data pemantauan pada Kamis dini hari menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di sejumlah lokasi mencapai tingkat yang berbahaya bagi kesehatan.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa dampak karhutla di Sumatera Selatan tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga menyentuh keselamatan perjalanan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi.
Jarak pandang hanya 50 meter, dua penerbangan Singapura batal
Berdasarkan laporan operasional Bandara SMB II pada Kamis pukul 07.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya 50 meter.
Dua penerbangan yang dibatalkan adalah TR254 dari Singapura menuju Palembang dan TR255 dari Palembang menuju Singapura.
Selain dua penerbangan tersebut, lima keberangkatan lainnya masuk dalam daftar pemantauan operasional, yakni QG989 dan JT246 rute Palembang-Batam, IU921 rute Palembang-Jakarta, ID7056 rute Palembang-Halim Perdanakusuma, serta IU302 rute Palembang-Pangkalpinang.
Masuknya penerbangan ke dalam daftar pemantauan tidak otomatis berarti seluruhnya mengalami pembatalan atau keterlambatan. Status masing-masing penerbangan perlu dipastikan melalui pembaruan resmi pihak bandara atau maskapai.
Jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan. Ketika kondisi aktual berada di bawah batas operasional yang berlaku, penerbangan dapat mengalami penyesuaian demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Baca Juga: Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?
Bagi calon penumpang yang dijadwalkan terbang dari atau menuju Palembang, pemeriksaan status penerbangan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal.
PM2.5 Palembang menembus angka 1.000
Persoalan kabut asap di Palembang juga terlihat dari tingginya konsentrasi PM2.5.
Data pemantauan yang diberitakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 mencapai 1.039,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 04.00 WIB. Sementara itu, Stasiun Talang Betutu mencatat 493,3 µg/m³ pada waktu pengamatan yang dilaporkan. Keduanya masuk kategori berbahaya berdasarkan klasifikasi dalam laporan tersebut.
Dalam laporan berbeda pada Kamis pagi, indeks kualitas udara Palembang juga dilaporkan berada pada kategori berbahaya. Data yang dikutip Bisnis.com pada pukul 07.00 WIB mencatat AQI sebesar 1.433 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 794 µg/m³. Angka tersebut berasal dari pengukuran dan waktu yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan sebagai satu pengukuran yang sama.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat halus memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.
Berita Terkait
-
Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?
-
Kabut Asap Belum Usai, 6 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Kembali Terganggu
-
Demo Karhutla Berujung Pengeroyokan 2 Wartawan, Polisi Tangkap Terduga Provokator dan Sita 2 Sajam
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo
-
Dua Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo Karhutla, Koalisi Pers Sumsel Beri Kapolda Tenggat 2x24 Jam
-
Herman Deru Sebut Karhutla Sumsel Tersisa 6,9 Hektar, Bagaimana dengan 3.800 Hektar Lahan Terbakar
-
Kabut Asap Palembang Makin Parah, Jarak Pandang 50 Meter Picu Pembatalan Penerbangan
-
Melalui Koperasi Desa dan BRILink Agen, BRI Perluas Akses Keuangan Masyarakat