- Pada Selasa (13/10/2026), DPD POSPERA Sumsel mengecam pengeroyokan mahasiswa dan jurnalis saat aksi karhutla di Palembang.
- Ketua POSPERA Sumsel Muhammad Iqbal mendesak kepolisian mengusut tuntas pelaku kekerasan serta dugaan pembiaran aparat di lokasi.
- Organisasi tersebut juga menuntut pemerintah memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin korporasi yang membakar lahan.
Desakan tersebut didasarkan pada dugaan pembiaran kekerasan oleh aparat yang berjaga di sekitar lokasi. Meski demikian, dugaan itu perlu diperiksa secara objektif dengan mengumpulkan keterangan saksi, rekaman kejadian, dan bukti lain yang relevan.
"Pengusutan tidak boleh berhenti pada orang-orang yang diduga melakukan kekerasan secara langsung. Pihak yang terbukti mengatur atau memerintahkan tindakan tersebut juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum," ujarnya menjelaskan.
Minta izin perusahaan pembakar lahan dicabut
Dalam pernyataan sikapnya, POSPERA Sumsel juga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum menjatuhkan sanksi tegas terhadap korporasi yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Sanksi yang diminta mencakup pencabutan izin Hak Guna Usaha (HGU) dan penyitaan aset perusahaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Iqbal menilai penegakan hukum karhutla harus menyasar pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran, bukan hanya masyarakat kecil atau pekerja lapangan.
"Penindakan terhadap korporasi perlu dilakukan secara transparan agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan perkara dan bentuk pertanggungjawaban yang dijatuhkan," sambung ia.
Namun, penetapan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran harus didasarkan pada hasil penyelidikan dan pembuktian. Keberadaan titik panas di wilayah tertentu, termasuk area konsesi, tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa perusahaan pemegang konsesi melakukan pembakaran.
POSPERA soroti dugaan pembiaran aparat
Baca Juga: Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
POSPERA turut meminta Propam Polda Sumsel dan Mabes Polri menyelidiki dugaan pembiaran oleh aparat yang berada di lokasi ketika kekerasan berlangsung.
Iqbal menilai dugaan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan mengenai perlindungan terhadap warga yang menyampaikan aspirasi maupun jurnalis yang melakukan peliputan.
"Aparat harus memastikan demonstrasi berlangsung aman dan mengambil tindakan sesuai prosedur apabila terjadi kekerasan. POSPERA menegaskan akan terus mendukung perjuangan mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong penegakan hukum atas karhutla di Sumatera Selatan," pungkasnya.
Pengusutan kekerasan saat demonstrasi dan penindakan dugaan kejahatan lingkungan merupakan dua persoalan yang sama-sama harus diselesaikan. Pengungkapan kasus pengeroyokan tidak boleh menghentikan penyelidikan karhutla, begitu pula sebaliknya.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel