- Pemerintah belum membahas tawaran bantuan Malaysia dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).
- Operasi pemadaman karhutla lebih dominan di jalur darat akibat kabut asap tebal yang menyulitkan helikopter.
- Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting.
SuaraSumsel.id - Tawaran bantuan Malaysia untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia belum dibahas lebih lanjut dalam rapat terbatas pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026). Pada saat yang sama, operasi pemadaman masih menghadapi kendala karena kabut asap tebal menyulitkan helikopter menjangkau sejumlah lokasi kebakaran.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan pembahasan mengenai tawaran bantuan dari Malaysia belum dilakukan dalam rapat tersebut. “Tadi belum dibahas,” kata Dudung setelah mengikuti rapat terbatas penanganan karhutla di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin malam.
Pernyataan itu disampaikan ketika pemerintah masih mengintensifkan penanganan kebakaran di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Sementara itu, Malaysia sebelumnya menyatakan masih menunggu respons Indonesia terkait tawaran bantuan pemadaman karhutla.
Malaysia tawarkan satu pesawat dan tiga helikopter
Tawaran bantuan Malaysia sebelumnya disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi kepada Presiden Prabowo Subianto. Bantuan yang ditawarkan mencakup satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 personel pemadam kebakaran.
Prabowo sebelumnya menyambut positif tawaran tersebut sebagai bentuk kerja sama untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan. Namun, hingga rapat terbatas pada Senin malam, Menko Polkam menyatakan pembahasan lebih lanjut mengenai tawaran bantuan itu belum dilakukan.
Di sisi lain, pemerintah Malaysia telah menyampaikan bahwa mereka masih menunggu respons Indonesia mengenai kemungkinan penggunaan aset untuk membantu pemadaman kebakaran.
Belum dibahasnya tawaran bantuan dalam rapat tersebut tidak berarti bantuan telah ditolak. Pemerintah belum menyampaikan keputusan akhir mengenai bentuk maupun waktu pelaksanaan kerja sama tersebut.
Dudung mengatakan penanganan karhutla saat ini lebih banyak dilakukan melalui operasi darat. Kondisi tersebut berkaitan dengan terbatasnya jarak pandang akibat asap tebal di sejumlah lokasi kebakaran.
Baca Juga: Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan Dudung, operasional helikopter telah dilakukan. Namun, sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau dari udara karena jarak pandang yang terbatas.
“Laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional helikopter ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat, karena memang sulit untuk dijangkau dari udara, karena memang asapnya terlalu tebal,” ujar Dudung.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pemadaman perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, akses menuju lokasi, serta kemampuan personel dan peralatan yang tersedia.
Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian Presiden
Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus pemerintah adalah Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Kawasan konservasi tersebut merupakan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
Dudung mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran di kawasan tersebut karena nilai pentingnya bagi konservasi satwa dan perlindungan ekosistem.
Tag
Berita Terkait
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel
-
Ratu Dewa Bilang Enjoy saat Kabut Asap, Publik Bandingkan dengan Sikap Leonardo DiCaprio
-
Dari Tari Tanggai hingga Lukisan Presiden 2045, Seniman Suarakan Kritik Karhutla
-
Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI
-
Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
-
ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel