- Dua wartawan mengalami pengeroyokan saat meliput demonstrasi karhutla di Polda Sumatera Selatan pada Selasa.
- Insiden kekerasan terjadi setelah korban dituduh membawa senjata tajam dan berniat menusuk seseorang.
- Kedua korban menderita luka-luka dan langsung menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
SuaraSumsel.id - Peliputan demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Markas Polda Sumatera Selatan berujung kekerasan terhadap dua jurnalis, Selasa (13/10/2026).
Kedua wartawan tersebut adalah Rahmat Kurniawan dari Tribun Sumsel dan Mulyadi dari PalTV. Mereka dilaporkan mengalami intimidasi hingga pengeroyokan ketika menjalankan tugas jurnalistik di kawasan Simpang Flyover Polda Sumsel, Palembang.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang dari keterangan korban, insiden terjadi ketika dua kegiatan dengan agenda berbeda berlangsung di lokasi yang berdekatan. Sejumlah orang berpakaian hitam disebut sedang membagikan masker, sementara mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan karhutla dan kabut asap di Sumatera Selatan.
Situasi kemudian memanas ketika kedua kelompok tersebut terlibat perselisihan. Keributan itu berujung pada kekerasan yang turut menyasar jurnalis yang sedang melakukan peliputan.
Kronologi pengeroyokan wartawan Tribun Sumsel dan PalTV
Peristiwa bermula ketika Rahmat melakukan siaran langsung atau live streaming dari bawah Flyover Simpang Polda Sumsel. Ia sedang melaporkan situasi di sekitar lokasi aksi ketika mendapat tuduhan dari seseorang di tengah keributan.
Rahmat menyebut dirinya dituduh hendak menusuk seseorang. Tuduhan tersebut muncul sebelum dirinya diserang oleh sejumlah orang. “Waktu itu saya lagi live, ada yang teriak nuduh saya kalau mau nujah (menusuk). Dari situ saya dikeroyok, mungkin ada lima orang lebih,” ujar Rahmat, dikutip dari SumselUpdate.com.
Pihak yang melontarkan tuduhan maupun orang-orang yang diduga melakukan pengeroyokan belum dapat diidentifikasi secara pasti berdasarkan informasi yang tersedia.
Melihat Rahmat dikeroyok, Mulyadi, wartawan PalTV, berusaha melerai. Namun, upaya tersebut justru membuatnya ikut menjadi sasaran kekerasan.
Baca Juga: 2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
Mulyadi menceritakan bahwa dirinya melihat Rahmat sudah berada dalam kondisi dikeroyok ketika ia berusaha mendekat untuk menghentikan kejadian tersebut. “Waktu itu saya lihat Rahmat sudah posisi dikeroyok, saya mau melerai tapi malah juga dikeroyok,” kata Mulyadi.
Menurut keterangan AJI Palembang, kedua wartawan itu mengalami intimidasi dan dituduh membawa senjata tajam. Mereka juga disebut menghadapi upaya perampasan telepon genggam sebelum mengalami pengeroyokan oleh lebih dari lima orang.
Informasi mengenai tuduhan membawa senjata tajam tersebut masih harus ditempatkan sebagai keterangan dalam kronologi kejadian, bukan sebagai fakta yang telah terbukti.
Dua wartawan terluka dan dirawat di rumah sakit
Setelah mengalami kekerasan, Rahmat dan Mulyadi mengalami luka-luka. Keduanya kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
Peristiwa itu berlangsung di tengah aktivitas peliputan demonstrasi mahasiswa yang menyoroti penanganan karhutla dan kabut asap di Sumatera Selatan.
Tag
Berita Terkait
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel
-
Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau
-
TPA Sukawinatan Terbakar Lagi, Mengapa Sampah Masih Dikelola dengan Sistem Terbuka?
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel