Tasmalinda
Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman
Baca 10 detik
  • Pemerintah belum membahas tawaran bantuan Malaysia dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).
  • Operasi pemadaman karhutla lebih dominan di jalur darat akibat kabut asap tebal yang menyulitkan helikopter.
  • Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting.

SuaraSumsel.id - Tawaran bantuan Malaysia untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia belum dibahas lebih lanjut dalam rapat terbatas pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026). Pada saat yang sama, operasi pemadaman masih menghadapi kendala karena kabut asap tebal menyulitkan helikopter menjangkau sejumlah lokasi kebakaran.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan pembahasan mengenai tawaran bantuan dari Malaysia belum dilakukan dalam rapat tersebut. “Tadi belum dibahas,” kata Dudung setelah mengikuti rapat terbatas penanganan karhutla di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin malam.

Pernyataan itu disampaikan ketika pemerintah masih mengintensifkan penanganan kebakaran di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Sementara itu, Malaysia sebelumnya menyatakan masih menunggu respons Indonesia terkait tawaran bantuan pemadaman karhutla.

Malaysia tawarkan satu pesawat dan tiga helikopter

Tawaran bantuan Malaysia sebelumnya disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi kepada Presiden Prabowo Subianto. Bantuan yang ditawarkan mencakup satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 personel pemadam kebakaran.

Prabowo sebelumnya menyambut positif tawaran tersebut sebagai bentuk kerja sama untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan. Namun, hingga rapat terbatas pada Senin malam, Menko Polkam menyatakan pembahasan lebih lanjut mengenai tawaran bantuan itu belum dilakukan.

Di sisi lain, pemerintah Malaysia telah menyampaikan bahwa mereka masih menunggu respons Indonesia mengenai kemungkinan penggunaan aset untuk membantu pemadaman kebakaran.

Belum dibahasnya tawaran bantuan dalam rapat tersebut tidak berarti bantuan telah ditolak. Pemerintah belum menyampaikan keputusan akhir mengenai bentuk maupun waktu pelaksanaan kerja sama tersebut.

Dudung mengatakan penanganan karhutla saat ini lebih banyak dilakukan melalui operasi darat. Kondisi tersebut berkaitan dengan terbatasnya jarak pandang akibat asap tebal di sejumlah lokasi kebakaran.

Baca Juga: Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan Dudung, operasional helikopter telah dilakukan. Namun, sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau dari udara karena jarak pandang yang terbatas.

“Laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional helikopter ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat, karena memang sulit untuk dijangkau dari udara, karena memang asapnya terlalu tebal,” ujar Dudung.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pemadaman perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, akses menuju lokasi, serta kemampuan personel dan peralatan yang tersedia.

Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian Presiden

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus pemerintah adalah Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Kawasan konservasi tersebut merupakan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Dudung mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran di kawasan tersebut karena nilai pentingnya bagi konservasi satwa dan perlindungan ekosistem.

Load More