- Dosen dan mahasiswa Teknik Elektro UMP mendatangi desa-desa di Sumatera Selatan untuk memeriksa pembangkit energi.
- Mereka melakukan pemeriksaan turbin serta menguji pengelolaan sumber daya air dan matahari di lokasi tersebut.
- Kegiatan ini bertujuan agar pemanfaatan energi bersih dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi di bidang energi terbarukan dinilai sejalan dengan upaya pendampingan masyarakat di kawasan tersebut yakni menjaga hutan tetap lestari sekaligus mendorong masyarakat memiliki kemandirian energi.
“Sebab, desa-desa yang berada di bentang alam penting tidak selalu menjadi yang pertama menikmati akses dan manfaat energi. Di titik inilah pembangkit berbasis komunitas dapat menjadi bagian dari transisi energi yang lebih adil, ketika manfaat ekonominya tetap berputar di desa, dampaknya langsung dirasakan warga, dan pemanfaatan energi berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan,’ ujarnya.
Kampus yang Turun ke Desa
Bagi mahasiswa, perjalanan menjadi ruang untuk menguji pengetahuan yang selama ini diperoleh di kampus. Mahasiswa Teknik Elektro, Syahrial yang mengikuti touring, mengatakan pertemuan dengan masyarakat memberinya pengalaman tentang bagaimana energi bersih benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Apalagi jika bisa menghadirkan energi tersebut pada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Zulkifli menyebut komunitas juga menjadi ruang bagi mahasiswa mengenal penerapan ilmu sekaligus peluang kerja. Sejumlah mahasiswa yang aktif di dalamnya disebut telah tersalurkan ke dunia kerja.
Di jalan menuju desa, teori tentang listrik bertemu dengan persoalan nyata. Ada turbin yang harus dirawat, sistem yang harus diperbaiki, dan masyarakat yang membutuhkan listrik untuk sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Touring itu akhirnya bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Bagi kampus, perjalanan ini menjadi cara untuk mendatangi desa, bagi mahasiswa, ruang belajar langsung dari lapangan; dan bagi komunitas, kesempatan melihat bagaimana energi dari alam dapat dimanfaatkan agar tetap menyala dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Di Kaki Bukit Besak, Menjaga Hutan di Tengah Lanskap yang Berubah
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap
-
Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia, 6 Pekerja Kilang Plaju Borong 3 Penghargaan
-
Sinergi Kilang Plaju dan R&P Sumatera Dorong Generasi Muda Jadi Agent of Change
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat
-
Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?
-
Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?
-
BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas
-
Ganesha, Bayi Gajah Tesso Nilo yang Lahir dari Induk Gajah Binaan dan Gajah Liar