- Bank Sumsel Babel menandatangani kerja sama program peremajaan sawit di Jakarta pada tanggal satu hingga empat September 2026.
- Kerja sama antara Bank Sumsel Babel, Lembaga Pekebun, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan ini bertujuan meningkatkan produktivitas perkebunan sawit.
- Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan usaha pekebun serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
SuaraSumsel.id - PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) memperkuat dukungan terhadap sektor perkebunan kelapa sawit melalui Program Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit (PPKS) Tahap VII Tahun 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Sumsel Babel, Lembaga Pekebun (LP), dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam rangkaian kegiatan di Jakarta, 1–4 September 2026.
Mewakili Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Pemimpin Divisi Bisnis Retail, Konsumer dan UMKM Bank Sumsel Babel, Ika Puspitasari, mengatakan keterlibatan perseroan dalam program tersebut merupakan bagian dari peran bank pembangunan daerah dalam mendukung sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk terus memperkuat peran intermediasi perbankan dalam mendukung sektor produktif, termasuk perkebunan kelapa sawit. Melalui sinergi bersama Lembaga Pekebun dan BPDP, kami berharap program peremajaan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pekebun, meningkatkan produktivitas, serta membangun ekosistem perkebunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ika.
Program PPKS menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas perkebunan melalui peremajaan tanaman kelapa sawit yang telah memasuki usia tidak produktif. Dukungan pembiayaan dan kolaborasi antarpihak diharapkan dapat membantu pekebun menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian daerah.
Bangun Ekosistem Sawit dari Hulu hingga Hilir
Melalui kerja sama tersebut, Bank Sumsel Babel mengambil bagian dalam penguatan ekosistem perkebunan kelapa sawit yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan perkebunan hingga pengembangan usaha. Sinergi antara perbankan, kelembagaan pekebun, dan pengelola dana perkebunan diharapkan dapat membuat dukungan terhadap program peremajaan berjalan lebih terarah. Tidak hanya pada proses penggantian tanaman, tetapi juga dalam mendorong produktivitas dan keberlanjutan usaha pekebun.
Menurut Ika, kebutuhan pekebun perlu didukung melalui proses yang terintegrasi agar program peremajaan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Bank Sumsel Babel memandang pengembangan sektor perkebunan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Penguatan kapasitas pekebun, keberlanjutan usaha, serta keterhubungan dengan sektor hilir juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sawit yang lebih kuat.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Perkuat Sinergi di Apel Akbar Satlinmas Palembang
Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Pekebun
Keterlibatan Bank Sumsel Babel dalam PPKS Tahap VII Tahun 2026 sekaligus mempertegas peran perseroan dalam memperluas pembiayaan sektor riil.
Melalui dukungan tersebut, program peremajaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas tanaman dan produktivitas kebun, sekaligus membuka peluang bagi pekebun untuk mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan.
Bagi Bank Sumsel Babel, penguatan sektor perkebunan juga memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Pekebun yang semakin produktif diharapkan memiliki kapasitas ekonomi yang lebih kuat sehingga memberikan dampak berantai terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Kolaborasi dengan LP dan BPDP menjadi langkah penting untuk membangun rantai ekosistem kelapa sawit yang lebih terintegrasi. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dari tahap peremajaan tanaman, peningkatan produktivitas, hingga penguatan keterhubungan dengan sektor hilir.
Bank Sumsel Babel menegaskan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi keuangan yang mendukung sektor-sektor produktif.
Berita Terkait
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Sinergi di Apel Akbar Satlinmas Palembang
-
Bank Sumsel Babel Tawarkan 61 Objek Lelang Senilai Rp30 Miliar, Terbuka bagi Masyarakat
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Bank Sumsel Babel Muaradua Apresiasi Kajari OKU Selatan atas Penyelesaian Kredit Bermasalah
-
Putri Ordinary Kitchen, Kisah UMKM Belitung Timur yang Terus Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap
-
Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen
-
Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital
-
Hari Sumpah Pemuda, BRI Berikan Promo Khusus Belanja Hemat Pakai QRIS BRImo dan BRI Kartu Kredit
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot