- Nagara Institute menilai kehadiran PT DSI bertujuan memperkuat pengawasan ekspor batu bara dan sawit untuk menutup kebocoran kekayaan negara.
- Para peneliti mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi kebutuhan modal besar, risiko perdagangan, serta menjaga kepastian hukum dan iklim investasi.
- Nagara Institute dan AFU akan membahas tata kelola ekspor tersebut dalam diskusi di Palembang pada 27 Agustus 2026.
SuaraSumsel.id - Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi perhatian dalam upaya pemerintah memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis nasional, terutama batu bara dan sawit.
Nagara Institute menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tujuan memperkuat pengawasan ekspor dan menutup potensi kebocoran kekayaan negara dapat berjalan efektif tanpa menimbulkan persoalan baru dalam rantai perdagangan.
Dalam siaran persnya, Nagara Institute menyebut pembentukan PT DSI diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan pengawasan tata kelola ekspor komoditas nasional. Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi perdagangan luar negeri dan memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.
Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, mengatakan kehadiran PT DSI harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola ekspor Indonesia.
“Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia ini harus menjadi momentum penting dalam membenahi tata kelola ekspor,” ujar Akbar Faizal, Selasa (25/8/2026).
Namun, sejumlah tantangan dinilai perlu menjadi perhatian. Peneliti Nagara Institute, Mohamad Dian Revindo, mengingatkan model perdagangan langsung berpotensi membutuhkan modal kerja yang besar.
Selain itu, risiko seperti under invoicing dan transfer pricing juga disebut perlu diantisipasi dalam pembentukan sistem tata kelola ekspor yang baru.
“Pemerintah perlu memperhitungkan risiko operasional serta kebutuhan modal kerja secara cermat,” ujar Dian Revindo.
Peneliti Nagara Institute lainnya, Edi Sewandono, menambahkan bahwa kepastian hukum dan kemudahan investasi juga harus tetap menjadi perhatian dalam pengembangan regulasi ekspor.
Baca Juga: PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel
Menurut kajian yang disampaikan Nagara Institute, salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah menempatkan PT DSI sebagai integrator pengawasan perdagangan berbasis digital, bukan semata menjalankan seluruh aktivitas perdagangan secara langsung.
Peneliti Satya Arinanto menilai pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat digunakan untuk memantau transaksi dan mendeteksi ketidakwajaran harga komoditas.
“Pendekatan integrator terbukti jauh lebih efisien ketimbang memikul seluruh aktivitas perdagangan secara langsung,” jelas Satya.
Bahas PT DSI di Palembang
Persoalan tata kelola ekspor komoditas nasional tersebut selanjutnya akan menjadi pembahasan dalam Round Table Discussion (RTD) Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored (AFU).
Forum tersebut mengangkat tema “PT DSI dan Misi Menutup Celah Kebocoran Kekayaan Negara” dan dijadwalkan berlangsung di Aston Hotel Palembang pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Tag
Berita Terkait
-
PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara
-
Bersama Danantara, BRImo Tembus 49,7 Juta Pengguna dengan Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Perkuat Pembiayaan Hunian, BRI Pimpin Kolaborasi Himbara di Danantara Housing Expo 2026
-
Di Bawah Danantara, BRI Tingkatkan Profitabilitas Lewat Penguatan CASA dan Efisiensi Biaya Dana
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Langit Palembang Sempat Cerah, Kabut Asap Kembali Pekat, BMKG Ungkap Faktor Pemicu
-
BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun, Dorong Ekonomi Inklusif
-
Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman
-
Kebakaran di Lorong Sabar Palembang, Belasan Rumah Diduga Hangus dan Warga Dievakuasi
-
Dari Temuan ke Perbaikan, Kilang Plaju Perkuat Budaya Kerja Proaktif dan Keselamatan Operasional