- PT Bank Rakyat Indonesia menyalurkan 25 unit mesin pipil jagung bagi kelompok tani di wilayah Sumatera Selatan.
- Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Polda Sumatera Selatan pada Rabu, 4 Maret 2025 lalu.
- Bantuan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi proses pascapanen, produktivitas, serta kesejahteraan para petani jagung di daerah tersebut.
SuaraSumsel.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, BRI menyalurkan bantuan 25 unit mesin pipil jagung kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di berbagai wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis melalui jajaran Polda Sumatera Selatan dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Polda Sumatera Selatan, Rabu (4/3/2025). Inisiatif ini menjadi langkah konkret BRI dalam mendorong efisiensi proses pascapanen, sekaligus meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas jagung di tingkat petani.
Region CEO BRI Region 4 Palembang, Luthfi Iskandar, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan BRI dalam memperkuat sektor produktif berbasis masyarakat.
“Melalui program TJSL BRI Peduli, kami berharap bantuan mesin pipil jagung ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani di Sumatera Selatan. Dukungan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengolahan hasil panen, tetapi juga mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus memperluas kontribusinya dalam pemberdayaan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Sebagai bank yang memiliki fokus kuat pada pemberdayaan UMKM dan sektor produktif, BRI secara konsisten menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui TJSL BRI Peduli, perseroan terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi inklusif, termasuk sektor pertanian yang memiliki nilai strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen BRI dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan, dengan mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing, serta berkontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat di daerah.
Berita Terkait
-
Dividen Rp52,1 Triliun Disetujui, BRI Optimalkan Kinerja dan Kepercayaan Investor
-
BRI Group Dorong Ekspansi Global, Pegadaian Hadirkan Layanan Keuangan di Timor Leste
-
BRI Kembali Dipercaya Sediakan SAR untuk Jemaah, Pastikan Kebutuhan Haji 2026 Terpenuhi
-
Super App BRImo Permudah Cicil Emas, Hadirkan Promo Cashback untuk Dorong Minat Investasi
-
BRI Region 4 Palembang Gaspol Perluas Inklusi, Jaringan Agen BRILink Tumbuh Signifikan 18,82 Persen
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?