- Tempirai, wilayah lahan basah di PALI, Sumatera Selatan, melestarikan tradisi Suku Musi melalui sastra tutur terancam punah.
- Buku "Sastra Tutur dan Lainnya di Tempirai" oleh Amrullah mendokumentasikan pengetahuan leluhur yang kini rentan hilang.
- Kegiatan bedah buku mendorong pelestarian memori kolektif Tempirai sebagai jembatan pendidikan budaya antargenerasi.
Tati Yusita, dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI Sumatera Selatan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan apresiasi terhadap masyarakat Tempirai yang sudah mengangkat tradisi kearifan lokalnya. Dan menyatakan terima kasih kepada para maestro sastra tutur yang masih aktif melestarikan sastra tutur tanpa memandang usia mereka yang telah lanjut.
“Kepada Kajut dan Pugok terima kasih, kalian bagi saya merupakan pejuang untuk menyampaikan pesan luhur kepada generasi sekarang tanpa memandang usia yang telah lanjut,” kata Tati.
Selain itu, Tati juga mengajak semua pihak, untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan secara bersama-sama, dan tidak hanya untuk masyarakat Desa Tempirai, juga wilayah lain yang memiliki kebudayaannya.
“Ayo kita bersama-sama melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang ada di daerah kita masing-masing,” ujarnya.
Tati juga berharap dilakukan penggalian potensi budaya yang ada di Tempirai, sehingga lahir maestro baru sebagai penerus sastra tutur.
“Harapan saya cukup besar, untuk terus menggali potensi-potensi kebudayaan yang ada agar terlahir maestro-maestro baru dari generasi sekarang,” katanya.
Acara bedah buku yang dirangkai dengan pemutaran film mengenai sastra tutur dan sejumlah tradisi di Tempirai. Film dokumenter ini selain berisi penampilan sejumlah pelestari sastra tutur yang berusia lanjut dan muda, juga dokumentasi sagarurung, tari lading, dan kuntai.
Penulis adalah Mohamad Shabir Al Fikri, Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.
Baca Juga: Kejar Penghargaan Bergengsi, Lomba Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026 Dimulai
Berita Terkait
-
Kejar Penghargaan Bergengsi, Lomba Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026 Dimulai
-
Kompetisi Karya Jurnalistik Bank Sumsel Babel 2026: Syarat, Tema, dan Cara Ikut
-
Sriwijaya FC Terpuruk di Kandang, Sumsel United Justru Pamer Kekuatan
-
Saatnya Berkarya 2026! Bank Sumsel Babel Kick Off Kompetisi Karya Jurnalistik untuk Insan Media
-
5 Fakta Jejak Haji Halim di Sumsel, Tokoh Lokal yang Sering Didatangi Capres
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah