-
Dian Saputra bin almarhum Parman atau Putra Amuba meninggal dunia setelah terpeleset di Tribun Selatan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
-
Jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Desa Lalang Sembawa dan dimakamkan setelah salat Dzuhur.
-
Ketua Umum Sriwijaya Mania Eddy Ismail mengimbau suporter agar berhati-hati saat menonton pertandingan di stadion.
SuaraSumsel.id - Suasana duka menyelimuti keluarga besar Sriwijaya Mania. Salah satu anggotanya, Dian Saputra bin almarhum Parman, yang dikenal sebagai Putra Amuba, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Tribun Selatan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.
Peristiwa nahas itu terjadi saat Dian terpeleset dari pintu D-3 tribun selatan seusai pertandingan. Ia mengalami luka serius di bagian kepala dan sempat mendapat pertolongan, namun nyawanya tak tertolong.
Jenazah almarhum kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Persatuan RT 05 DS 01 (lama RT 03 DS 01) Desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Banyuasin. Rencananya, almarhum akan dikebumikan setelah salat Dzuhur, siang ini.
Kabar meninggalnya Putra Amuba menyisakan duka mendalam bagi komunitas suporter Sriwijaya FC. Ketua Umum Sriwijaya Mania, Eddy Ismail, menyampaikan belasungkawa dan meminta seluruh anggota komunitas agar menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga.
“Kami keluarga besar Sriwijaya Mania sangat berduka atas meninggalnya Putra akibat kecelakaan jatuh di tribun Selatan kemarin. Jenazah almarhum dibawa ke Sembawa. Rencana akan dimakamkan habis Dzuhur siang ini,” ujar Eddy Ismail.
Eddy mengaku masih terpukul atas musibah ini. Ia mengatakan, almarhum dikenal sebagai sosok yang loyal dan selalu hadir mendukung Sriwijaya FC, baik saat tim berlaga di kandang maupun tandang.
Atas insiden ini, Eddy Ismail mengimbau seluruh anggota Sriwijaya Mania agar selalu berhati-hati saat menonton pertandingan di stadion. Ia menegaskan pentingnya keselamatan diri di tengah euforia mendukung tim kebanggaan Sumatera Selatan.
“Kami menghimbau kepada seluruh anggota Sriwijaya Mania, kita harus berhati-hati selama di lapangan saat menonton laga Sriwijaya FC ke depan,” tegas Eddy.
Ia juga berharap pihak penyelenggara dan pengelola stadion dapat lebih memperhatikan kondisi area tribun agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Baca Juga: Sriwijaya FC Terpuruk di Dasar Klasemen, Belum Sekali Pun Menang
Bagi rekan-rekannya, kepergian Putra Amuba menjadi kehilangan besar. Sosoknya dikenal ramah, bersemangat, dan selalu menjadi penggerak dalam barisan suporter di Tribun Selatan.
Beberapa anggota Sriwijaya Mania mengunggah ucapan belasungkawa di media sosial, disertai foto kebersamaan almarhum saat mendukung Laskar Wong Kito di tribun.
“Selamat jalan, kawan seperjuangan. Dukunganmu untuk Sriwijaya FC akan selalu kami kenang,” tulis salah satu rekan sesama suporter di unggahan Instagram komunitas Sriwijaya Mania.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa semangat mendukung klub kebanggaan harus tetap diimbangi dengan kesadaran akan keselamatan diri. Dukungan suporter adalah nyawa bagi tim, namun keamanan setiap individu tetap menjadi hal utama.
Sriwijaya FC dan jajaran pendukungnya diharapkan dapat bersama-sama menjaga agar setiap pertandingan berjalan aman, nyaman, dan tanpa korban lagi di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Sriwijaya FC Terpuruk di Dasar Klasemen, Belum Sekali Pun Menang
-
Sriwijaya FC Kalah Lagi di Kandang! Suporter Meledak Protes Usai Dibantai 3-1 oleh Bekasi City
-
SFC Gaet AKBP Mario Ivanry Jadi Asmen Baru: Siap Dampingi Wapres di Laga Home
-
Terpuruk di Dasar Klasemen, Masa Depan Sriwijaya FC Kini Dipertaruhkan?
-
Indisipliner! Achmad Zulkifli Dinonaktifkan, Manajemen SFC Siapkan Karteker
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?
-
Ancaman Baru Sriwijaya FC, Registration Ban FIFA Bisa Ganggu Kebangkitan Laskar Wong Kito
-
Keluarga Almarhum Haji Halim Ali Kembalikan Rp127 Miliar ke Negara, Dicicil 12 Bulan
-
Hari Anak Nasional Jadi Alarm, Kasus Ayah Rudapaksa Anak di Sumsel Terus Berulang
-
Sejumlah Wilayah Palembang Akan Padam Listrik Hingga 6 Jam, Ini Lokasinya