SuaraSumsel.id - Dulu, emas kuning identik dengan kemewahan klasik dan menjadi simbol status sosial. Namun, zaman berubah. Kini generasi muda—terutama Gen Z—mulai melirik alternatif yang lebih segar, lembut, dan modern: rose gold.
Tren ini tak hanya terlihat di perhiasan, tapi juga merambah ke gadget, jam tangan, fashion, hingga gaya interior. Pertanyaannya, kenapa warna rose gold begitu digandrungi Gen Z?
Apa daya tarik emosional dan estetika di balik rona emas kemerahan ini?
1. Warna yang ‘Lembut tapi Bold’ — Cocok dengan Jiwa Gen Z
Rose gold punya keunikan: lembut, feminin, tapi tetap terlihat berani. Perpaduan emas, tembaga, dan kadang sedikit perak ini menciptakan efek visual yang hangat namun tak terlalu mencolok. Bagi Gen Z yang senang tampil beda tanpa berlebihan, rose gold adalah simbol keseimbangan antara keberanian dan kelembutan.
“Aku suka rose gold karena nggak terlalu mencolok, tapi tetap kelihatan eksklusif,” kata Alia (23), seorang content creator di Palembang.
2. Efek Estetik di Media Sosial
Di era Instagram dan TikTok, visual punya kekuatan besar. Rose gold terlihat sangat fotogenik—baik di feed, flat lay, maupun dipakai langsung. Warna ini cocok untuk berbagai tone kulit dan mudah dipadukan dengan outfit bernuansa pastel, netral, maupun earth tone.
Tak heran jika tagar seperti #RoseGoldJewelry dan #RoseGoldAesthetic terus ramai diunggah oleh Gen Z dari berbagai belahan dunia.
3. Melambangkan Gaya Hidup Modern dan Self-Expression
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa, Ini Gebrakan OJK dan Pemprov Sumsel
Gen Z dikenal sebagai generasi yang menjunjung tinggi nilai personalisasi. Mereka tidak sekadar membeli perhiasan karena harga atau merek, tapi juga karena makna dan gaya yang mencerminkan diri.
Rose gold hadir sebagai warna yang “anti-mainstream” dibanding emas kuning yang sudah terlalu umum. Memakainya bisa jadi bentuk ekspresi diri: klasik, elegan, tapi dengan twist modern.
4. Disukai Brand-brand Mewah dan Lokal
Banyak brand besar seperti Apple, Pandora, hingga Swarovski telah meluncurkan produk-produk ikonik berwarna rose gold. Di Indonesia, toko perhiasan lokal juga mulai mengikuti tren ini karena permintaan konsumen yang terus naik, terutama dari pembeli muda.
“Produk rose gold kami laris terutama untuk hadiah ulang tahun, lamaran, dan graduation gift,” ungkap Tania, pemilik toko perhiasan di Palembang.
5. Jadi Simbol Cinta yang Lebih Personal
Untuk hadiah, rose gold kerap dipilih karena memberi kesan romantis dan hangat. Tak seklasik emas kuning, tapi tetap punya nilai emosional. Cincin rose gold sering jadi pilihan untuk lamaran, wedding band, atau gift di hari spesial.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Kalung Nenek! Ini 7 Cara Pakai Kalung Emas Paperclip Biar Nggak Jadul
-
Anting Emas Jadi Simbol Ekspresi Diri, Ini 7 Tren Desain 2025 yang Wajib Kamu Tahu
-
Tak Pernah Mati! 7 Alasan Tracksuit Adidas Tetap Jadi Primadona Streetwear 2025
-
7 Tren Cincin Emas Terbaru 2025: Desain Modern dan Stylish yang Lagi Hits
-
Bukan Sekadar Perhiasan, Ini 5 Alasan Gelang Charm Jadi Favorit Kaum Hawa
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap
-
Rektor Diberhentikan, 9 Dosen Di-PTDH, Ada Apa di Universitas PGRI Palembang?
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Sinergi di Apel Akbar Satlinmas Palembang
-
Duel Maut di Kebun Sawit Muba, Korban Tewas Ditebas di Leher, Benarkah Curi Sawit?
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun