Capaian ini menunjukkan bahwa Palembang memiliki kinerja pembangunan yang lebih baik dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumsel, terutama dalam hal kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
"IPM sendiri merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas hidup masyarakat, yang didasarkan pada tiga dimensi utama: umur panjang dan hidup sehat, akses terhadap pendidikan, serta standar hidup yang layak," ujarnya menjelaskan.
Dengan angka IPM yang tinggi, artinya warga Palembang rata-rata memiliki harapan hidup yang lebih baik, pendidikan yang lebih memadai, dan kondisi ekonomi yang lebih sejahtera.
Di bawah Palembang, ada Kota Lubuk Linggau dengan IPM 78,98 dan Kota Prabumulih dengan 78,68, yang juga menunjukkan perkembangan positif dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Disusul kemudian oleh Kota Pagar Alam (74,00) dan Kabupaten OKU (73,70).
Capaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Sumatera Selatan terus bergerak ke arah positif.
Terutama Palembang yang tidak hanya menjadi pusat ekonomi dan pendidikan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pembangunan yang berkelanjutan bisa memberikan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Ini sekaligus menjadi tantangan bagi daerah lain untuk mengejar ketertinggalan, agar ke depannya kualitas hidup masyarakat Sumsel secara keseluruhan semakin merata dan lebih baik.
Berita Terkait
-
Sumsel Sepekan: Warga Muratara Blokir Jalan Tolak Tambang Emas, Mahasiswa Papua Suarakan Raja Ampat
-
Waspada! Kasus COVID-19 Kembali Muncul di Palembang, Simak Cara Lindungi Keluarga
-
Ampera Tourism Run 2025 Bikin Palembang Makin Populer, Wamen Bima Arya Beri Pujian
-
Sriwijaya FC Bicara Blak-blakan soal Kehadiran Sumsel United, Ini Harapan Besarnya
-
Lebih dari Sekadar Motif, Ini 5 Pesan Tersembunyi dari Jersey Sumsel United Musim Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
-
Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kamar Kos Bersama Mahasiswi, Ini Kronologi Lengkapnya
-
Jembatan Ampera Ditutup Saat CFD Palembang Besok, Meluas ke Jakabaring: Ini Rute Alternatifnya
-
Pemprov Sumsel-Bank Sumsel Babel Gelar Pesta Rakyat UMKM dan Undian Super Grand Prize
-
Mengapa Makan Pempek Harus Pakai Tangan? Filosofi 'Wong Kito' yang Belum Banyak Diketahui