Kehadiran Sumsel United disambut hangat oleh Asprov PSSI Sumatera Selatan sebagai angin segar bagi ekosistem sepak bola profesional di Bumi Sriwijaya.
Bagi Asprov, klub baru ini bukan sekadar pendatang, tetapi bagian dari upaya kolektif untuk membangun masa depan sepak bola daerah yang lebih dinamis dan inklusif.
Sumsel United diyakini akan membawa warna baru dalam kompetisi lokal, menggairahkan kembali semangat di level akar rumput, serta menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta muda untuk unjuk gigi di kancah nasional.
“Tujuan utama kami tentu untuk memajukan sepak bola Sumatera Selatan. Adanya Sumsel United bukan untuk menyaingi, tapi justru membangun atmosfer persaingan yang sehat dengan Sriwijaya FC. Semakin banyak klub profesional, semakin luas juga kesempatan bagi pemain lokal untuk berkembang,” tegasnya penuh harap.
Asprov PSSI Sumatera Selatan memandang bahwa kehadiran lebih dari satu klub profesional dalam satu provinsi bukanlah sebuah ancaman, melainkan peluang besar untuk memperkuat fondasi sepak bola daerah.
Mereka menegaskan, tidak ada yang salah jika Sumsel kini memiliki dua tim yang sama-sama berkompetisi di Liga 2.
Justru, hal ini mencerminkan kemajuan ekosistem sepak bola di wilayah tersebut. Bahkan, provinsi-provinsi dengan sejarah panjang sepak bola seperti Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan telah lebih dulu menunjukkan bahwa rivalitas lokal bisa menjadi pendorong utama peningkatan kualitas, baik dari sisi pembinaan pemain, manajemen klub, hingga daya tarik penonton.
Sumsel United dan Sriwijaya FC diharapkan dapat menciptakan dinamika kompetisi yang sehat, saling memacu prestasi, serta mendorong semangat masyarakat untuk kembali memenuhi stadion dan mencintai tim daerahnya.
Asprov meyakini bahwa dengan kolaborasi, bukan rivalitas destruktif, Sumatera Selatan bisa menjadi kekuatan baru dalam peta sepak bola nasional.
Baca Juga: Cik Ujang: Dari Bupati hingga Wakil Gubernur, Kini Bangun Klub Sepak Bola Sumsel United
Berita Terkait
-
Cik Ujang: Dari Bupati hingga Wakil Gubernur, Kini Bangun Klub Sepak Bola Sumsel United
-
Misteri Klub Baru Wagub Cik Ujang: Nama Fans dan Bocoran Visinya Bikin Penasaran
-
Sumsel United Akan Launching, Nama Klub dan Fansnya Bikin Heboh Warganet
-
Bukan Klub Baru Biasa, Cik Ujang Disebut Bakal Akuisisi Tim Lama Jadi Sumsel United
-
20 Tahun Sriwijaya Mania, Manajemen Sriwijaya FC Hadir dan Beri Hadiah
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Kronologi Kematian Brigadir EWS, Ditemukan Tewas di Rumah Kos hingga 13 Saksi Diperiksa
-
Komisaris Utama Pertamina Apresiasi Kesiapan Kilang Plaju Jadi Pelopor Green Refinery