Dalam proses seleksi ini, tidak ada dikotomi antara pemain dari kota besar atau dari pelosok desa—semua memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuannya.
“Siapa pun yang punya bakat akan kami beri panggung. Karena kami percaya, talenta anak Sumsel tidak kalah dari pemain-pemain muda di Pulau Jawa,” tegasnya, dengan nada optimistis.
Ia menyoroti pentingnya keadilan dalam pencarian bakat, agar setiap anak muda di Sumsel merasakan bahwa mimpi mereka menjadi pemain profesional adalah sesuatu yang layak diperjuangkan.
Di balik kompetisi ini, terdapat semangat membangun ekosistem sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan dari berbagai institusi, mulai dari aparat keamanan hingga lembaga olahraga lokal, serta antusiasme yang menyala dari para pemain dan pelatih, Turnamen EPA SFC U-20 menjelma menjadi gerakan bersama.
Lebih dari sekadar turnamen, ia adalah panggung masa depan.
Inilah momentum untuk menyalakan kembali api kejayaan sepak bola Sumatera Selatan, satu langkah kecil dari rumput lokal menuju panggung nasional dan juga bahkan internasional.
Berita Terkait
-
Manajemen Sriwijaya FC Buka Suara Soal Gaji Tertunggak: Ini Janji pada Pemain
-
Sriwijaya FC Bangkit, Semangat SFC Reborn Menatap Liga 2 2025/2026
-
Turnamen EPA U-20 Sriwijaya FC Hanya Terima 20 Tim, Ini Alasannya
-
Mimpi Jadi Pemain SFC? Ini Syarat Mudah Daftar EPA U-20 Untukmu!
-
Sriwijaya FC Buka Pendaftaran EPA U-20, Siapkan Elang Andalas Asli Sumsel
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Diduga Rekam Mahasiswi saat PKKMB Unsri, Dua Mahasiswa Dilaporkan ke Polisi
-
Tragedi Dini Hari di Prabumulih, Begini Kronologi Tabrakan yang Tewaskan 3 Orang
-
Perayaan HUT RI, PHR Zona 4 Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Warga di Sumsel
-
Sosok Caliya Azaria Ivana, Siswi SMAN 1 Palembang yang Jadi Pembawa Baki HUT RI ke-81
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Kilang Plaju Konsisten Jaga Jejak Panjang Energi Negeri