Dalam proses seleksi ini, tidak ada dikotomi antara pemain dari kota besar atau dari pelosok desa—semua memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuannya.
“Siapa pun yang punya bakat akan kami beri panggung. Karena kami percaya, talenta anak Sumsel tidak kalah dari pemain-pemain muda di Pulau Jawa,” tegasnya, dengan nada optimistis.
Ia menyoroti pentingnya keadilan dalam pencarian bakat, agar setiap anak muda di Sumsel merasakan bahwa mimpi mereka menjadi pemain profesional adalah sesuatu yang layak diperjuangkan.
Di balik kompetisi ini, terdapat semangat membangun ekosistem sepak bola yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan dari berbagai institusi, mulai dari aparat keamanan hingga lembaga olahraga lokal, serta antusiasme yang menyala dari para pemain dan pelatih, Turnamen EPA SFC U-20 menjelma menjadi gerakan bersama.
Lebih dari sekadar turnamen, ia adalah panggung masa depan.
Inilah momentum untuk menyalakan kembali api kejayaan sepak bola Sumatera Selatan, satu langkah kecil dari rumput lokal menuju panggung nasional dan juga bahkan internasional.
Berita Terkait
-
Manajemen Sriwijaya FC Buka Suara Soal Gaji Tertunggak: Ini Janji pada Pemain
-
Sriwijaya FC Bangkit, Semangat SFC Reborn Menatap Liga 2 2025/2026
-
Turnamen EPA U-20 Sriwijaya FC Hanya Terima 20 Tim, Ini Alasannya
-
Mimpi Jadi Pemain SFC? Ini Syarat Mudah Daftar EPA U-20 Untukmu!
-
Sriwijaya FC Buka Pendaftaran EPA U-20, Siapkan Elang Andalas Asli Sumsel
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Warga Sumsel Mulai Bergerak, Petisi Evaluasi dan Transparansi Karhutla Ramai Ditandatangani
-
Dulu Duet Prabowo di Pilpres 2014, Hatta Rajasa Kini Jadi Wakil Ketua Wantimpres
-
Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam
-
Kilang Plaju Satukan Doa dan Ikhtiar Lewat Sholat Istisqa di Tengah Kemarau
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla, Warga Sumsel Ajukan 7 Tuntutan