SuaraSumsel.id - “Bisa pakai tap barcode meski beli air minum atau rokok,” ucap Khadijah kepada pembelinya yang mendadak datang siang di medio Juni lalu.
Sang pembelinya adalah seorang pria yang merupakan wisatawan lokal asal Provinsi Lampung yang baru saja menikmati wisata mengelilingi Sungai Musi dengan kapal getek.
Ia terlihat haus dan berusaha menemukan air kemasan yang dia inginkan. Sementara Khadijah, pemilih salah satu warung di seputaran Sungai Musi menawarkan sejumlah minuman pilihan yang bisa dinikmati saat itu.
Khadijah menceritakan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan perbankan yang turut mengenalkan digitalisasi di pusat wisata Sungai Musi tersebut. BRI mengenalkan sistem kode QRIS yang bisa dipergunakan sebagai transaksi pembayaran digital antara penjual dan pembeli.
Baca Juga: Lirik Pasar Infrastruktur Sumsel, Emiten Semen Plat Merah SIG Bikin Pabrik Beton
Dikatakan penjual kuliner khas Palembang ini menggunakan barcode BRI bukan hal yang asing lagi. Meski baru dikenalkan sejak awal tahun ini, BRI sejumlah layanan perbankan digital lainnya.
Diakui asli warga Palembang ini, jika sebelumnya memang ada sejumlah layanan seperti merek dompet elektronik yang memulai digitalisasi pembayaran namun ada sejumlah layanan yang kemudian lebih praktis jika menggunakan QRIS BRI.
“Ada seperti dompet elektronik saja, tetapi hanya sebentar, kemudian masuk BRI dengan pelayanan lebih beragam,” ujarnya.
Setelah BRI hadir, sejumlah layanan perbankan tambahan pun dilengkapi seperti BRImo yang khusus dipergunakan untuk pedagang atau pelaku UMKM. “Sebagai nasabah lama, saya terbiasa dengan BRI, tapi dulu hanya buku tabungan dan ATM, sekarang bisa juga macam-macam lewat aplikasi BRImo,” sambung Khadijah.
Dia pun mengakui, telah mengenal BRI sebagai perbankan sejak lama. Dengan jaringan nasabah yang luas, BRI memang dikenal menempatkan layanan sampai ke tingkat desa atau terpencil. “Dahulu kenal BRI karena ada sampai di desa, di wisata sungai Musi ini kan banyak juga warga perairan yang ternyata nasabah BRI. Sehingga mengenalkan digital BRI lebih mudah, karena nasabah lebih luas dan beragam,” terang nenek satu cucu ini.
Baca Juga: Perluas Digitalisasi, BRI Sasar Layanan Perbankan ASN di Sumsel
Sementara Rita, pedagang kuliner yang berada di kios samping mengungkapkan masih ingin belajar banyak mengenai digitalisasi perbankan. Dia selama ini mengenal perbankan tampa melengkapi dengan aplikasi mobile banking.
Namun diakui Rita, semakin kekinian, wisatawan atau pengunjung lokasi terbiasa bertanya, bisa pakai ‘tap’. Istilah ‘tap’ yang lebih populer ketimbang layanan barcode QRIS dinilai sebagai solusi bertransaksi saat ini. “Sekarang, beli hanya Rp10.000 pun pakai tap, sudah makin terbiasa tanpa uang tunai. Katanya menghindari aksi pencurian atau peredaran uang palsu,” aku Rita.
Semangat digitalisasi di pusat wisata kota Palembang disampaikan RCEO BRI Palembang Wahyudi Dermawan menjadi upaya makin mengenalkan keuangan digital di masyarakat.
“Pada era digitalisasi saat ini, QRIS berfungsi menambah akseptasi bagi para pelaku UMKM, perdagangan dan pelaku bisnis lainnya, sehingga transaksi bisnis yang terjadi tidak selalu dilakukan secara tunai namun juga bisa dilakukan secara digital melalui BRImo,” jelasnya.
Pengenalan digitalisasi melalui QRIS BRI dilakukan dengan sangat praktis. Pedagang atau merchant hanya membuka rekening BRI sekaligus mendaftarkan QRIS/QR pedagang ke uker terdekat. “Dengan kepraktisannya, pengguna QRIS di Sumsel terus bertambah tiap bulannya pertumbuhannya positif,” ujarnya.
Digitalisasi pun mempermudah UMKM dalam mengelola transaksi sekaligus pengembangkan usaha baik melalui perdagangan sekaligus promosi usaha yang dapat dilakukan secara offline dan online.
Berita Terkait
-
Viral Momen Ibu-ibu di Palembang Protes, Antre Lama Cuma Dapat Rendang Dua Iris dari Richard Lee
-
Cara Ustaz Derry Sulaiman Jawab Salam Willie Salim Seorang Kristen, Banyak yang Kaget
-
Niat Bersihkan Nama Palembang, Acara Masak Besar Richard Lee Malah Ricuh?
-
Dokter Richard Lee Sumbang 1 Ton Ayam untuk Masak Besar di Palembang
-
Profil Sultan Palembang, Pemimpin Adat Tegas Haramkan Konten Willie Salim
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap