Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Minggu, 02 Oktober 2022 | 18:07 WIB
Sriwijaya FC. Suporter Sriwijaya FC menyesalkan tembakan gas air mata ke suporter Arema.

SuaraSumsel.id - Suporter tim sepak bola di Sumatera Selatan (Sumse), yang merupakan bagian dari klub Sriwijaya FC, Sriwijaya Mania menyesalkan tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Mereka menyesalkan tembakan gas air mata dari aparat kepolisian melerai aksi minor penonton yang menewaskan banyak suporter.

Ketua Sriwjaya Mania (S-Man) Eddy di Palembang mengatakan Sriwijaya Mania menyesalkan keputusan aparat menembakkan gas air mata karena itu tidak diperbolehkan atau dilarang FIFA.

“Meskipun aksi penonton, pada Sabtu (1/10) malam, tidak dapat dibenarkan tapi, di sisi lain aparat (polisi) juga diduga tidak memahami aturan dari FIFA,” katanya.

Baca Juga: Sumsel Gelar Pasar Murah Beras: Dijual Hanya Rp5.000 Per Kilogram

Informasi dari pembahasan seluruh ketua suporter sepak bola Indonesia menyebutkan jatuhnya lebih dari seratus korban jiwa itu diduga karena mereka berdesakan saat hendak keluar dari Stadion Kanjuruhan untuk menghindari gas air mata kemudian kehabisan oksigen.

Larangan itu sebagaimana tercantum dalam FIFA Stadium Safey and Security pada Pasal 19 poin B yang menyatakan sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan senjata api atau gas pengendali massa di stadion.

Sriwijaya Mania mendukung adanya langkah investigasi Polri mengusut tuntas peristiwa ini. Apa lagi aturan FIFA tersebut merupakan landasan dasar pelaksanaan pertandingan sepak bola di dunia termasuk Indonesia.

Secara khusus kepada PSSI dan Kemenpora agar dengan cepat dan bijaksana menangani peristiwa ini, sehingga keputusan menghentikan sementara Liga 1 Indonesia yang baru berlangsung sebanyak 11 pertandingan itu terlampau berlarut.

Ketika liga dihentikan akan berdampak besar bukan hanya bagi tim Liga 1 Indonesia, tapi seluruh pihak yang terlibat dalam industri sepak bola.

Baca Juga: Tarif Terbaru Kapal Penyeberangan Sumsel-Babel di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Berlaku Oktober 2022

“Semestinya harapan kami Liga bisa tetap berjalan, terkait evaluasi hingga penjatuhan hukuman atau sanksi itu sedianya hanya patut diberikan untuk semua yang terlibat dalam pertandingan di Stadion Kanjuruhan itu saja,” kata dia.

Load More