SuaraSumsel.id - Pergantian kuasa hukum istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menuai kritik pedas dari publik. Sosok yang kemudian mengisi dan bersedia menjadi pendamping hukum salah satunya, Febri Diansyah.
Febri Diansyah sebelumnya merupakan mantan jubir KPK yang dikenal tegas dan berdedikasi. Pilihannya memenuhi keinginan menjadi kuasa hukum Putri Candriwathi menuai kritik.
Banyak yang memberikan kritikan pedas atas pilihan Febri Diansyah tersebut, termasuk tokoh Nahdhatul Ulama (NU). Sementara Kuasa Hukum Brigadir J, Komaruddin Simanjuntak berharap atas dipilihnya Febri Diansyah tersebut berdampak baik.
Dia berharap Febri akan mampu menyadarkan kliennya, Putri Candrawathi agar bisa berkata jujur dengan tidak berdusta.
Advokat berperan pelayanan jasa, membantu penegak hukum lain agar tercipta penegakkan hukum. "Jadi bukan hanya untuk memenangkan perkara. Kuasa hukum melindungi hak-hak kliennya agar tidak terabai secara hukum," ungkap Komaruddin di YouTube Kompas.com.
Pengacara berdarah batak ini mengungkapkan pilihan menentukan kuasa hukum bagi tersangka pembunuhan memang sangat diperlukan. Hal tersebut guna memaksimalkan adanya pembelaan hukum.
Sempat juga ia menyinggung mengenai kuasa hukum sebelumnya yang kini tidak lagi banyak berkomentar mengenai kasus Putri Candrawathi.
Komaruddin kembali menjelaskan apa yang menjadi peran dari seorang pengacara. Menurut ia, pengacara juga memiliki peran membimbing kilen ke jalan yang benar.
"Jangan sampai karena dusta, harusnya masuk ke surga malah masuk neraka," ujar dia.
Baca Juga: Serangan Beruang Ke Pemukiman Warga di Pagar Alam Sumsel Disebut BKSDA Karena Musim Durian
Pengacara juga menyadarkan klien ke jalan yang benar hingga bisa bertaubat. Karena menurut ia, ada orang-orang yang punya latar belakang jahat namun berakhir dengan pertaubatan.
"Beda lagi, jika ada pembunuhan berencana disertai penghilangan barang bukti. Apalagi, ada pencurian barang dan uang korban maka Bisa juga terjerat pencucian uang," ujar Komaruddin.
Dia berharap dengan pengacara yang baru, terdakwa Ferdy Sambo juga bisa merenung atas sikap dan tindakan yang sudah dilakukan pada Brigadir Nofriansyah Josua.
"Berubah ke jalan bertaubatan, jangan malah makin jahat," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Febri Diansyah Jadi Lawyer Istri Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak Harap Eks Jubir KPK Bimbing Putri Candrawathi ke Jalan Benar
-
Febri Diansyah Harapkan Proses Hukum yang Objektif dan Berkeadilan
-
Besok Febri Diansyah Dampingi Putri Candrawathi Wajib Lapor ke Bareskrim Polri
-
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Akui Bakal Objektif Saat Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Tokoh NU: Basi Ucapanmu
-
Selain Fee, Febri Diansyah Bakal Dapatkan Hal Lain sebagai Pengacara Putri Candrawathi, Apa Itu?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Dulu Bela Timnas dan Sriwijaya FC, Kini M Nasuha Ditargetkan Bawa Sumsel United ke Liga 1
-
Dugaan Mafia Solar di Sumsel Belum Reda, 21 Ton BBM Ilegal Kini Terbongkar di Sungai Musi
-
PGE Bor Sumur Baru PLTP Lumut Balai di Muara Enim, Kejar Tambahan Listrik 55 MW
-
KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Jadi Saksi Kasus Suap Audit BPK Muara Enim
-
Pertamina PHR Zona 4 Gelar Khitan Gratis untuk 265 Anak di Sumsel, Jangkau Belasan Desa