SuaraSumsel.id - Ustaz Hanan Attaki ditolak memberikan ceramah di Jember, Jawa Timur. Penolakan dari Pemerintah Kabupaten ini berujung pemindahan lokasi yang direncanakan digelar di Situbondo.
Sebelumnya, Ustaz Hanan Attaki berencana menggelar acara Konser Langit di Jember. Ketua Panitia dari Majelis Gaul Jember Ustaz Hutri Agus Prayudo mengatakan penyelenggara tengah mempertimbangkan memindah acara bertajuk Konser Langit tersebut ke Situbondo Jawa Timur atau Jatim pada 29 Juli 2022 mendatang.
Perihal pemindahan lokasi ceramah, kata Ustaz Hutri, pihaknya menegaskan sebagai bentuk kesepakatan dan komitmen, dengan hasil audiensi yang dilakukan bersama Pemkab Jember beberapa hari yang lalu.
"Catat, ini penting. Kami tetap komitmen 100 persen dengan rapat yang di kantor Bupati (Jember). Kami tetap komitmen. Kami tidak akan bandel. Kami tidak akan memaksakan kehendak. Acara tetap jalan, cuma geser tempat, sebagaimana pak Wabup bilang, di kota-kota lain monggo, tapi tidak di Jember," ujarnya melansir suarajatim.id-jaringan Suara.com, Senin (25/7/2022).
Kekinian masih dilakukan rapat perihal pindahnya lokasi acara ceramah, juga kegiatan lobi-lobi antara panitia Majelis Gaul di Jember dengan panitia dari pusat manajemen Ustaz Hanan Attaki.
Rencananya acara di Situbondo akan di gelar di sebuah Pondok Pesantren di Sukorejo.
"Kalau memastikan langsung kami belum bisa, karena kami kan butuh komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak supaya tidak terjadi hal-hal seperti sebelumnya," ujarnya.
"Tapi kalau kita, pinginnya, kan pingin boleh dong. Kita pinginnya di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo," katanya dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com.
"Mengomunikasikan banyak hal itu kan tidak bisa cepat. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada yang cocok, ada yang tidak cocok. Kadang deal kadang no deal. Ya kita pahamilah, proses kan memang seperti itu," sambungnya.
Baca Juga: Sumsel Sepekan: Hakim PTUN Vonis Wali Kota Harnojoyo Lalai Antisipasi Banjir Dan 5 Berita Lainnya
"Ada dua kemungkinan. Satu, tetap tanggal 29 di jam yang sama. Kemungkinan kedua, tanggal 30 Juli. Jadi ada dua opsi, tetap tanggal 29 atau mundur ke tanggal 30," katanya.
Berita Terkait
-
Ditolak di Jember, Panitia Timbang Pindah Ceramah Hanan Attaki ke Situbondo Akhir Bulan Ini
-
Penolakan Hanan Attaki Dimediasi Wabup Jember Gus Firjaun: Dengan Legowo Panitia Menggagalkan Konser Langit
-
Konser Langit Ustaz Hanan Attaki di Jember Batal Digelar, Dituding Sebar Paham HTI
-
Model Berpakaian Seksi di Ajang Kontes Gus dan Ning Jember Tuai Protes
-
Nelayan Jember Meninggal saat Melaut, Diduga Penyakitnya Kambuh
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?