SuaraSumsel.id - Belum lama ini, publik dihebohkan soal rendang non halal atau yang terbuat dari daging babi. Banyak yang kemudian memperdebatkan jika seharusnya makanan khas asal Padang tersebut juga harus erat dengan kehalalalan makanannya.
Kehebohan ini kemudian ditanggapi pendakwah Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman. Di media sosialnya, ia menyampaikan jika Allah meminta umat Islam makan dari makanan yang halal dan baik
Tak lupa Gus Miftah juga mengutip potongan ayat menerangkan hal tersebut.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Allah SWT berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 168, wahai para manusia makanlah makanan yang halal dan baik yang ada di muka bumi," kata Gus Miftah di video media sosialnya.
Menurut Gus Miftah makanan yang halal hanya untuk mereka yang beragama Islam. Semenyara yang tidak beragama Islam, tentu bukan menjadi perkara umat Islam.
"Kewajiban makan makanan yang halal itu untuk orang Islam ya, orang non Islam ya terserah mau makan apa. Termasuk mau dimasak dengan bumbu apa, dengan cara apa, ya selera mereka, ya selera mereka," sambung Gus Miftah.
Ia pun justru berterima kasih kepada penjual makanan yang menerangkan jika makanan yang disajikan haram serta memberikan label nonhalal pada makanan tersebut.
Hal ini agar sebagai umat Islam dapat menjadi penanda dan menjauhi makanan non halal tersebut.
"Sehingga ketika melihat makanan nonhalal yang kita lakukan jangan emosi, cukup ga usah dibeli, selesai," cetusnya.
Baca Juga: Isu Pemekaran Sumsel Kembali Mencuat, Diusulkan Bentuk Kabupaten Gelumbang
Dengan penjelasan yang sudah diberikan, Gus Miftah pun akhirnya bertanya, Ia menanyakan sejak kapan, makanan rendang memiliki agama sehingga hanya boleh dimakan oleh umat islam.
"Ngomong-ngomong sejak kapan ya rendang punya agama," tanya Gus Miftah.
Unggahan Gus Miftah itu kemudian dibanjiri komentar netizen yang mendukungnya.
"Betul Gus...apakah kalo ada yg menjual masakan Non halal..apakah iman kita berkurang...??di sini kedewasaan kita dlm beragama dan bernegara membutuhkan kedewasaan kita dlm bersikap...bertindak juga dalam ber- kata2..," ujar netizen lainnya.
"Nah itu yg kemaren2 saya gk habis pikir gus, kok bisa viral cuma gara2 hal sepele kyk gini," sambung netizen lainnya.
"Betul gus. Yang gabaik itu jual rendang babi tapi labelnya sapi," sambung ade_imso
Tag
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Jakarta Bakal Sidak Rumah Makan Padang Yang Jual Rendang Babi, Publik: Cuma Usaha Politisi?
-
Heboh Soal Rendang Babi, Gus Miftah: Sejak Kapan Ya Rendang Punya Agama
-
Khofifah Cek ke Rumah Makan Padang Merespons Isu Rendang Babi di Medsos, Warganet Sebut Latah dan Lebay...!
-
Respons Isu Rendang Babi di Medsos, Khofifah: Minang Terkenal Kulinernya yang Halal
-
Gubernur Khofifah Cek RM Padang di Surabaya Usai Gaduh Perkara Rendang Babi, Malah Banjir Kritikan
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Jadwal Imsak Palembang Hari Ini, 16 Maret 2026: Batas Sahur dan Subuh
-
PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Uang
-
Jelang Lebaran, Banyak Warga Jual Emas untuk Mudik dan THR, Begini Harga Emas Hari Ini
-
5 Fakta Napi Kasus Narkoba Tewas di Lapas Banyuasin, Keluarga Curiga Ada Kejanggalan
-
5 Fakta Macet Parah di Tungkal Jaya Muba, Kendaraan Terjebak hingga Pemudik Terlantar Berjam-jam