SuaraSumsel.id - Proses pencarian anak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril terus dilaksanakn memasuki hari ketujuh atau telah mencapai sepekan terakhir.
Sementara di media sosial, netizen masih ramai membicarakan serta mendoakan Eril, anak pertama Ridwan Kamil atau kang Emil tersebut. Sebuah akun netizen turut menjadi perhatian publik. Dia menanggapi berita dan proses pencarian Eril yang dilakukan di Sungai Aare Swiss.
Dengan nama akun @rizkirnm pada, Rabu (1/6/2022), ia menulis tanggapan mengenai proses evakuasi di dalam air. Dalam tweetnya menjelaskan di Indonesia pun evakuasi di dalam air mengalami kendala dan hambatan.
“Jadi di Indonesia pun, hampir sama, evakuasi di air emang jadi sedikit kesusahan dikarenakan beberapa faktor. Air keruh, kekurangan peralatan canggih, minimnya pengetahuan bagi seorang penyelam dsb” tulisnya.
Hal lain yang menjadi penyebab terhambatnya evakuasi dalam air adalah kemungkinan kondisi jenazah di dalam air. Dia mengatakan hal pertama yang menjadi penghambat adalah jenazah kemungkinan tersangkut pada benda-benda yang berada di dalam air.
Dia juga membagikan pengalamannya saat beberapa kali masuk ke air sungai Citarum di Bandung guna mencari jenazah. Ada banyak hal yang dapat membuat jenazah tersangkut, mulai dari ranting, kawat berduri, berbatu kasar, dan berbagai sampah yang bentuknya sudah tidak beraturan lagi.
“Kedua, orang tenggelam itu otomatis akan berada di dasar air sampai beberapa waktu. Secara garis besar menurut ahli meninggal tenggelam itu di akibatkan masuk cairan ke dalam saluran pernafasan sehingga terjadi kegagalan pengaliran udara ke paru-paru. Dan mereeka akan tenggelam," sambung tulisannya.
“Ketiga, jenazah akan naik ke permukaaan setelah beberapa hari, dikarenakan mayat yang mengapung terjadi karena mengadopsi prinsip udara. Di dalam tubuh kita terjadi proses pembusukan yang berasal dari kuman dan bakteri. Dari proses pembusukkan itu, menghasilkan banyak udara sehingga lama-lama tubuh dapat membengkak dan akhirnya muncul ke permukaan air” ujarnya.
Pada posisi ketiga inilah jenazah lebih mudah untuk dicari dan saat kondisi ini diperlukan waktu 1-2 pekan untuk mencari jazad.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumsel 2 Juni 2022, Palembang Bakal Hujan di Malam Hari
Dalam akhir tweetnya dia juga mendoakan penyelamatan di Sungai Aare dapat berjalan lancar, hingga semoga Eril dapat ditemukan dalam kondisi apapun.
“Semoga penyelamatan di sungai Aar dapat dilaksanakan dengan lancar yaa. Galupa doa terbaik jangan lupa dipanjatkan, semoga kang eril ditemukan dalam kondisi apapun, meskipun sangat diharapkan kang eril ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. Aamiin.” pungkasnya.
Kontributor: Resty Rosy Muna
Tag
Berita Terkait
-
Ustadz Adi Hidayat Saran Keluarga Ridwan Kamil Baca Surat Al Fatihah dan Al An'am Ayat ke-59 Selama Pencarian Eril
-
Viral 'Surat untuk Sungai' Tulisan Tentang Ridwan Kamil yang Kehilangan Anak
-
Denny Sumargo Emosi Podcastnya Dinilai Bikin Keluarga Ridwan Kamil Celaka
-
Gubernur Isran Noor Ikut Prihatin atas Musibah yang Menimpa Keluarga Ridwan Kamil: Kita Berdoa
-
Sebelum Hilang di Sungai Aare Swiss, Eril Tengah Selesaikan Penelitian Soft Robot
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?